0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tak Boleh Pakai Kembang Api Panitia Imlek Pertimbangkan Video Mapping

Ketua Panitia Bersama, Solo Imlek Festival 2018, Sumartono Hadinoto (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Panitia Tahun Baru Imlek masih memutar otak mencari alternatif pengganti setelah Pemerintah Kota Solo tegas melarang penggunaan kembang api di malam pergantian tahun menurut perhitungan kalender tionghoa itu. Video mapping menjadi salah satu opsi yang serius dipertimbangkan panitia.

“Ada banyak usulan. Salah satunya video mapping,” kata tokoh Tionghoa Solo sekaligus panitia Tahun Baru Imlek, Sumartono Hadinoto saat dihubungi Timlo.Net, Minggu (20/1).

Larangan kembang api di perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini oleh Pemerintah Kota Solo menimbulkan kebingungan di pihak panitia. Pasalnya, perayaan tahun baru Imlek selalu ditandai dengan kembang api spektakuler di detik-detik pergantian tahun. Panitia terus menampung usulan dari berbagai pihak untuk mencari alernatif yang tak kalah menarik.

“Kita masih mencari alternatif supaya ada sesuatu yang bisa jadi tontonan yang menarik untuk masyarakat,” kata Sumartono.

Dari berbagai usulan yang sudah masuk, video mapping di Gedung Pasar Gede menjadi pertimbangan serius panitia untuk dilaksanakan. Pasar Gede dipilih karena lokasinya yang tepat di tengah kota dan berhadapan langsung dengan Balaikota Solo. Tak hanya itu, Kawasan Pasar Gede sendiri sudah lama dikenal sebagai bukti akulturasi masyarakat Jawa dan Tionghoa di Solo.

“Ada juga yang usul dengan pertunjukan laser. Semua usulan masih kita timbang,” kata dia.

Ia menambahkan keputusan akan segera dibuat saat rapat panitia yang digelar Selasa (22/1) mendatang. Sumartono mengatakan panitia berusah menyajikan tontonan yang spektakuler meski tanpa kembang api.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge