0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Biro Umroh di Solo Tak Kantongi Ijin Wilayah

Ketua Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kota Solo, Rosyid Ali Safitri (dok.tiumlo.net/tyo eka)

Solo – Terdapat ratusan biro perjalanan haji dan umroh yang belum mengantongi ijin dari Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi dan Kota membuka cabang di Kota Solo. kebanyakan, biro perjalanan haji dan umroh tersebut hanya mengandalkan ijin dari pusat dan mengabaikan pengurusan ijin yang di wilayah.

“Total ada 127-an biro perjalanan yang tidak memiliki ijin di Kemenag Provinsi. Jika tak memiliki ijin di sana, otomatis mereka belum melakukan pengurusan ijin di wilayah juga. Mereka hanya mengandalkan ijin dari Kemenag pusat saja. Dan itu banyak terjadi,” terang Kasi Perjalanan Haji dan Umrah, Kemenag Kota Solo Rosyid Ali Safitri saat dihubungi wartawan, Minggu (21/1) pagi.

Dikatakan, pihaknya telah melakukan penyisiran dan pendataan terhadap biro-biro tersebut. Dari penyisiran yang dilakukan, banyak diantara biro yang didatangi tidak mampu menunjukkan ijin dari wilayah setempat alias tempat cabang tersebut membuka biro perjalanan haji dan umroh. Mereka berpegangan pada ijin Kemenag Pusat yang artinya semua yang dibawahnya akan menuruti ijin tersebut.

“Tidak bisa seperti itu. Untuk kantor cabang biro perjalanan haji dan umroh, juga musti memiliki ijin dari Kemenag Provinsi dan wilayah tempat biro tersebut berdiri. Harus komplit,” jelas Rosyid.

Terkait temuan tersebut, kata Rosyid, Kemenag Kota Solo berencana mengundang pengurus kantor cabang biro perjalanan haji dan umroh yang belum memiliki ijin wilayah. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengarahan terkait prosedur perijinan yang harus dilengkapi saat ini beroperasi di Kota Solo. Rosyid juga mengaku, bahwa ijin dari Kanwil Kemenag tersebut menjadi salah satu kewajiban. Sehingga, jika masih ada yang belum memilikinya maka operasional biro perjalanan tersebut dianggap sudah menyalahi aturan. Terlebih kantor cabang biro perjalanan umrah tersebut sudah beroperasi rata-rata lebih dari dua tahun.

“Kami ingin memberikan pengarahan kepada para pengurus biro jasa tersebut, agar mereka segera melengkapi persyaratan untuk bisa beroperasi di Kota Solo,” ucapnya.

Langkah ini sebagai antisipasi terkait maraknya kasua penipuan berkedok biro perjalanan umrah murah, seperti yang baru saja terjadi yakni Fisrt Travel dan juga PT Utsmaniyah Hannien Tour. Sehingga dengan adanya antisipasi ini ke depan tidak ada lagi jemaah yang gagal berangkat umrah hanya gara-gara menjadi korban penipuan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge