0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sidak, Masih Banyak Warung Makan Pakai Gas Melon

(Satgas pangan sidak elpiji. (foto:Raymond))

Karanganyar – Satgas pangan melakukan pemeriksaan konsumsi gas elpiji di warung makan beromzet Rp 850 ribu perhari selama sepekan terakhir. Hasilnya, masih banyak digunakan elpiji bersubsidi.

“Seharusnya untuk warung beromzet Rp 850 ribu lebih perhari sudah memakai gas nonsubsidi. Sebab elpiji melon ukuran 3 kilogram hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wuryaning Hapsari kepada wartawan, Sabtu (20/1).

Pada pemeriksaan belum lama ini, satgas menyasar sembilan warung makan di wilayah Karanganyar Kota. Dari kesemuanya, lima warung tergolong tertib menggunakan elpiji 5,5 kilogram. Namun empat warung lainnya masih bergantung ke elpiji melon dengan penggunaan 2-5 tabung perhari.

“Kesimpulannya, sosialisasi penggunaan tabung elpiji 3 kilogram kurang, mudahnya konsumen (pihak pedagang warung makan) membeli tabung elpiji 3 kilogram dari para agen tanpa adanya pembatasan, masih ada beberapa agen yang meminjami tabung elpiji 3 kilogram kemudian digunakan untuk kegiatan usaha perdagangan,” katanya.

Selanjutnya, Satgas pangan tetap melaksanakan sosialisasi kepada pelaku usaha dengan instansi terkait mengenai penggunaan tabung elpiji 5,5 kilogram serta pembatasan penggunaan elpiji 3 kilogram, menyarankan kepada pihak agen untuk tidak menjual tabung elpiji 3 kilogram kepada pelaku usaha (warung makan) dan memperbanyak stok elpiji 5,5 kilogram. Terakhir, Satgas pangan akan menindak tegas bagi pengguna dan pihak yang menjual kepada pedagang.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge