0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Awal Tahun, Pengajuan KPR Didominasi Non Subsidi

Pengunjung saat melihat pameran rumah di Solo Paragon Mall (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Meski baru awal tahun, permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) yang dilakukan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) cabang Solo sudah mulai membludak. Dari sekian banyak program KPR yang ditawarkan, pembiayaan untuk rumah nonsubsidi dianggap paling mendominasi.

“Sampai dengan saat ini, realiasai KPR untuk rumah non subsidi sudah mencapai 26 unit. Atau dengan jumlah penyaluran sekitar Rp 6 Miliar,” ujar Branch Manager BTN Solo, Dwihatmo Arisumasto kepada wartawan, Sabtu (20/1).

Dirinya menyampaikan, tingginya penyaluran KPR untuk rumah non subsidi tersebut karena banyak masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas dari Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Pasalnya dengan fasilitas itu, suku bunga yang diterapkan cukup rendah yaitu hanya tiga persen diatas BI rate.

“Kalau di Solo ini potensi pembiayaan untuk rumah non subsidi memang cukup besar. Terutama untuk pembiayaan di bawah Rp 300 juta,” jelasnya.

Bahkan pada tahun lalu, dirinya mencatat untuk KPR non subsidi yang berhasil disalurkan sekitar Rp 339,258 Miliar. Jumlah itu lebih tinggi dari KPR subsidi yang hanya tercatat mencapai Rp 84 Miliar. Karena tingginya pembiayaan yang disalurkan itu, BTN Solo merupakan salah satu cabang yang melayani banyak pengajuan KPR dengan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, salah satu karyawan swasta di kota Solo, Nanik (30) mengaku tertarik dengan fasilitas pembiyaan KPR dari BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu karena suku bunga yang ditawarkan lebih murah dibanding yang lain.

“Jadi kemarin setelah dapat info dari teman soal layanan KPR dengan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan itu saya langsung coba mengajukan. Karena kalau untuk rumah non subsidi, suku bunga yang ditawarkan dari program itu cukup ringan,” tandas dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge