0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Harga Beras Naik, Inflasi Diprediksi Ikut Terdongkrak

Warga membeli beras Bulog (dok.timlo.net/raymond)

Solo – Operasi pasar untuk komoditas beras yang dilakukan pemerintah sejak beberapa bulan terakhir ini belum terlalu berdampak kepada turunnya harga beras di pasaran. Dengan melambungnya harga beras tersebut, angka inflasi kota Solo diprediksi masih tetap stabil tinggi.

“Kalau kita melihat memang angka inflasi kota Solo untuk awal tahun ini belum akan turun. Permasalahannya beras memiliki bobot yang cukup besar dalam mempengaruhi inflasi,” ujar Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, M Taufiq Amrozi kepada wartawan, Sabtu (20/1).

Kendati demikian, upaya pemerintah untuk menekan harga beras di pasaran dianggapnya sudah cukup bagus. Pasalnya, dengan adanya gelontoran beras yang dilakukan oleh Perum Bulog melalui operasi pasar dapat menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang menginginkan harga lebih rendah.

“Dengan adanya operasi pasar ini masyarakat bisa mendapat banyak pilihan. Karena Bulog menawarkan harga Rp 9.350 per kilogram, dimana harga itu lebih rendah dari beras medium dari distributor yang mencapai Rp 10-11 ribu per kilogram dan beras premium mencapai Rp 12-13 ribu per kilogram,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang beras di Pasar Legi Solo, Ali menyampaikan, meski operasi pasar sudah dilakukan oleh Bulog sejak awal Desember lalu namun harga beras medium kembali merangkak naik. Kenaikannya harga itu sekitar Rp 100 per kilogram.

“Sejak kemarin harga beras medium dari distributor naik lagi Rp 100 per kilogram. Alasannya karena permintaan yang tinggi. Masyarakat banyak yang tidak tertarik dengan beras dari Bulog karena aromanya dianggap kurang sedap,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge