0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Anak-Anak Asmat yang Kena Campak Dievakuasi ke RSUD

Polda Papua evakuasi warga Asmat yang terkena Campak dan bergizi buruk (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Tim Satgas Terpadu Kemanusiaan telah melakukan evakuasi terhadap para korban yang terkena gizi buruk dan Campak. Evakuasi itu dilakukan dengan menggunakan kapal milik Sat Polair Polres Mimika, Papua.

“Pada Jumat 19 januari, Tim Satgas Terpadu Kemanusiaan dengan menggunakan kapal milik Sat Polair Polres Mimika, telah dilakukan evakuasi para korban yang berjumlah 14 orang penderita gizi buruk dan campak. Dievakuasi ke RSUD Agats dari Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, Papua,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal melalui keterangan tertulis pada merdeka.com, Sabtu (20/1).

Evakuasi dilakukan sekitar pukul 06.00 WIT. Anggota kepolisian yang tergabung dalam Satgas Terpadu Kemanusiaan dengan kuat personel 4 orang ditambah 1 motoris dan 1 penunjuk arah bergerak dari Dermaga Agats.

“Evakuasi itu dalam rangka mengantar barang medis dan bahan makanan yang disalurkan oleh Bhayangkari Daerah Papua, Bank Papua dan Bank BRI serta instansi lainnya dengan tujuan Pelabuhan Distrik Atsj,” ujarnya.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jama, sekitar pukul 07.50 WIT, rombongan tiba di tempat tujuan. Lalu, saat itu langsung dilakukan penyerahan barang medis dan bahan makan kepada tim medis Bidokkes Polda Papua dan tim satgas lainnya yang berada di Distrik Astj.

“Bahan makanan yang diberikan berapa berbagai macam biskuit, susu buat anak balita, air mineral, beras, minyak orang dan bahan makanan lainnya,” ucapnya.

Kemudian sekitar pukul 08.30 WIT, anggota melakukan evakuasi korban sebanyak 14 orang (11 anak penderita gizi buruk, 1 patah kaki dan tangan, 2 bayi dievakuasi karena keluarga kena campak atau dalam pengobatan) dengan mengikutsertakan orangtua pasien untuk dirujuk ke RSUD Agats Kabupaten Asmat.

“Pukul 09.05 WIT, kapal bergerak dari pelabuhan Distrik Astj dan pada pukul 10.55 WIT anggota tiba di pelabuhan Agats disambut oleh Kabiddokkes Polda Papua Kombes Ramon Amiman bersama tim dan yang selanjutnya para korban dibawa ke RSUD Agats,” terangnya.

“Para korban yang mayoritas anak-anak akan dilakukan tindakan medis oleh tim medis Satgas terpadu yang dibantu oleh tim kesehatan dari Kabupaten Asmat. Selain itu, anak-anak tersebut juga akan diberikan makanan tambahan kepada para anak yang kekurangan Gizi agar kondisi mereka dapat pulih kembali,” tandasnya.

Tim Satgas Terpadu Polda Papua, melakukan pengobatan terhadap warga Kabupaten Asmat, yang mengalami gizi buruk dan campak. Pengobatan itu dilakukan di Distrik Aip, yang dilakukan pada Sabtu (20/1).

“Pada Sabtu 20 Januari 2018 bertempat di Distrik Aip Tim Dokkes Polri dari Polda Papua memberikan pelayanan untuk mengobati warga yang terkena campak. Tim yang dipimpin oleh Ipda Leonard R. I. Philipus tiba di Distrik Aip langsung melakukan pemeriksaan terhadap warga,” jelasnya.

Pengobatan yang dilakukan oleh tim Satgas Terpadu, lanjut Kamal, berada di dua Distrik yaitu Aip yang tersiri dari Kampung Kawet dan Distrik Awiyu yang terdiri dari Kampung Sagare.

“Tim Dokkes Polri bersama para medis dari Puskesmas Atsj melakukan pengobatan untuk menanggulangi campak dan gizi buruk di dua Distrik yaitu Distrik Aip yang tersiri dari kampung Kawet, Mausi, Comoro, Satoyot, Tomor Airo-Airo dan Distrik Awiyu yang terdiri dari Kampung Sagare, Yepu dan Wagi,” ujarnya.

Saat melakukan pengobatan terhadap warga yang mengalami kekurangan gizi (gizi buruk) dan campak, ternyata ada beberapa warga yang dirujuk ke Puskesmas, untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

“Tim dokkes bersama para medis dari Puskemas Atsj melakukan pengobatan dari kampung ke kampung, ada beberapa pasien yang dirujuk juga ke Atsj,” ucapnya.

Kamal menyebut bahwa tim Satgas Terpadu melakukan pemeriksaan terhadap warga Kabupaten Asmat sebanyak 472 pasien atau korban. Lalu, sekitar 10 orang langsung dirujuk ke Puskesmas Atsj untuk mendapatkan perawatan yang khusus.

“Dari data yang terhimpun Tim melakukan pemeriksaan kepada 472 pasien, yang dirujuk ke Puskemas Atsj sebanyak 10 orang dengan diagnosis campak, dehidrasi dan kurang gizi, dan warga yang mendapatkan imunisasi sebanyak 112 orang, dan diawal Januari ini terdapat 5 anak yang meninggal dunia yang disebabkan campak,” tandasnya. [did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge