0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penanganan Tembok Keraton, Bata Dipreteli Satu Per Satu

Solo — Penanganan tembok keliling (Cepuri) Keraton Surakarta di Gedung Sentral dan Dalem Prabuwinatan yang roboh Senin (15/1) silam dilakukan manual dengan tangan. Perlakuan tersebut mengacu kepada rekomendasi dari Balai Pelsetarian Benda Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

“Intinya dilarang menggunakan alat yang bisa merusak keutuhan bata,” kata salah satu asisten Panembahan Agung Tedjo Wulan, KP Bambang Ari, Jumat (19/1).

Surat Rekomendasi bernomo No.001/MM-KKSH/S/I/2018 tersebut dikirim BPCB Jateng kepada KGPHPA Tedjowulan kemarin. Pihak Keraton diperkenankan membongkar sisa tembok yang dianggap membahayakan. Hanya saja pembongkaran harus dilakukan manual. Batu bata yang menyusun tembok harus dilepas keping demi keping di bawah pengawasan petugas BPCB Jateng.

“BPCB juga sedang menghitung biaya yang diperlukan untuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak,” kata dia.

Perhitungan biaya tersebut akan dituangkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang meliputi beberapa bagian Keraton, terutama di sekitar tembok yang roboh. Di antaranya penguatan kuda-kuda Gedung Sentral dan pagar Prabuwinatan sisi Timur.

“Besok rencananya Mahamenteri Tedjowulan akan menemui walikota untuk membicarakan rekomendasi dari BPCB ini,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge