0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Terkait Persis GR, Persis Solo Layangkan Surat Keberatan ke PSSI

Solo — Perseteruan dua klub sepak bola Kota Solo, yakni Persis Solo dan Persis Gotong Royong (GR) semakin memanas akhir-akhir ini. Adalah terkait nama klub yang keduanya sama-sama menggunakan nama Persis. Pihak klub Persis Solo keberatan dan mengklaim telah melayangkan surat kepada PSSI.

“Surat keberatan secara resmi sudah kami sampaikan kemarin. Intinya kami tetap meminta agar PSSI membatalkan keanggotaan mereka (Persis GR-red). Kami juga berharap PSSI bisa mengambil sikap terkait kesamaan nama dan logo,” beber Sekjen Persis Solo, Dedi M Lawe, Jumat (19/1).

Berawal dari pelaksanaan kongres tahunan PSSI akhir pekan kemarin. Puluhan klub baru yang musim lalu berkecimpung di kompetisi Liga 3, menginginkan keikutsertaannya sebagai anggota PSSI, termasuk di dalamnya adalah Persis GR. Hal tersebut membuat kubu Persis Solo yang ada di Liga 2 geram.

Klub-klub tersebut berasal mulai dari Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Maluku, dan Papua. Pihak Persis Solo yang kini dikelola manajemen PT Persis Solo Saestu mendesak PSSI agar tidak ada kesamaan nama maupun logo seperti yang digunakan Persis GR.

Dalam surat tersebut, dilampirkan salinan resmi hak atas kekayaan intelektual (Haki) nama dan logo Persis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Keabsahan kepemilikan nama dan logo tersebut tertuang dalam nomor permohonan D0002017014104, tertanggal penerimaan 27 Maret 2017.

Surat tersebut telah diumumkan secara resmi pada 3 April 2017 sesuai dengan nomor pengumuman BRM1725A. Bahkan pihaknya mengaku siap menempuh jalur hukum ke PSSI, apabila kasus tersebut tak diindahkan.

“Kami siap menggugat PSSI kalau nanti desakan kami tidak ditanggapi,” tukas Dedi M Lawe.

Terkait Persis GR, Persis Solo Layangkan Surat Keberatan ke PSSI

Solo — Perseteruan dua klub sepak bola Kota Solo, yakni Persis Solo dan Persis Gotong Royong (GR) semakin memanas akhir-akhir ini. Adalah terkait nama klub yang keduanya sama-sama menggunakan nama Persis. Pihak klub Persis Solo keberatan dan mengklaim telah melayangkan surat kepada PSSI.

“Surat keberatan secara resmi sudah kami sampaikan kemarin. Intinya kami tetap meminta agar PSSI membatalkan keanggotaan mereka (Persis GR-red). Kami juga berharap PSSI bisa mengambil sikap terkait kesamaan nama dan logo,” beber Sekjen Persis Solo, Dedi M Lawe, Jumat (19/1).

Berawal dari pelaksanaan kongres tahunan PSSI akhir pekan kemarin. Puluhan klub baru yang musim lalu berkecimpung di kompetisi Liga 3, menginginkan keikutsertaannya sebagai anggota PSSI, termasuk di dalamnya adalah Persis GR. Hal tersebut membuat kubu Persis Solo yang ada di Liga 2 geram.

Klub-klub tersebut berasal mulai dari Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Maluku, dan Papua. Pihak Persis Solo yang kini dikelola manajemen PT Persis Solo Saestu mendesak PSSI agar tidak ada kesamaan nama maupun logo seperti yang digunakan Persis GR.

Dalam surat tersebut, dilampirkan salinan resmi hak atas kekayaan intelektual (Haki) nama dan logo Persis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Keabsahan kepemilikan nama dan logo tersebut tertuang dalam nomor permohonan D0002017014104, tertanggal penerimaan 27 Maret 2017.

Surat tersebut telah diumumkan secara resmi pada 3 April 2017 sesuai dengan nomor pengumuman BRM1725A. Bahkan pihaknya mengaku siap menempuh jalur hukum ke PSSI, apabila kasus tersebut tak diindahkan.

“Kami siap menggugat PSSI kalau nanti desakan kami tidak ditanggapi,” tukas Dedi M Lawe.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge