0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Coklit Serentak Dilakukan Selama 30 Hari

Jumpa pers mencokilt KPU Solo (timlo.net/heru gembul)

Solo — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo menggelar gerakan pencocokan dan penelitian (coklit), jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Coklit adalah pencocokan dan penelitian data pemilih.

“Kita ingin menunjukkan demokrasi yang cantik, yang inklusif dan juga transparan.” ungkap Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo, Jumat (19/1).

Agus memaparkan, gerakan Coklit ini dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia. Gerakan ini akan dimulai pada Sabtu (20/1), selama 30 hari penuh, dan berakhir pada 18 Februari mendatang.

“Kegiatan ini merupakan langkah progresif KPU untuk meningkatkan kualitas daftar pemilih secara berkesinambungan, serta melayani pemilih dalam menjaga hak konstitusionalnya guna memastikan data pemilih akurat dan murakhir,” jelas dia.

Lebih jauh dijelaskan KPU Solo lalu, mencatat sebanyak 413.726 pemilih yang termasuk Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) hingga akhir 2017. Data tersebut didapatkan dari Dispendukcapil setempat yang telah disinkronisasi oleh KPU RI melalui Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.

Untuk gerakan Coklit ini KPU Solo menurunkan petugas yang terdiri dari Komisioner KPU Solo sejumlah lima orang, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yakni 25 orang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) 153 orang, dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yakni 1.016 orang.

“Dalam kegiatan ini masyarakat berpartisipasi dengan menunjukkan KTP elektronik, dan KK. Kita juga mengimbau masyarakat dapat memberi informasi akurat pemilih kepada PPDP.” kata dia.

Sekedar informasi, orang pertama yang akan dicoklit adalah ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomiharjo.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge