0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Siswi SMK Melahirkan di Toilet, Bayi Dibungkus Plastik

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Siswi sebuah SMK di wilayah Kecamatan Tamalate, Makassar, berinisial ANS (17) kedapatan melahirkan bayinya di toilet sekolah, Kamis, (18/1). Kejadian ini terbongkar saat rekannya melintas di depan toilet dan mendengar ada suara tangis bayi. Kini Ans dan bayinya yang berjenis kelamin perempuan dirawat di RS Bhayangkara.

Kepala sekolah, Kasrun Kasiran, menjelaskan selama ini tidak ada yang mengetahui selama ini Ans sedang mengandung. Secara fisik, perutnya tidak membuncit seperti halnya orang mengandung.

Dia tetap mengikuti aktivitas di sekolah seperti biasanya termasuk saat pelajaran olah raga. Hanya saja, sejak dua minggu terakhir intensitas kehadirannya masuk sekolah berkurang.

“Tidak ada masalah sama anak ini (siswi Ans). Kita tidak tahu kalau dia mengandung karena tetap belajar dengan baik juga masih ikut pelajaran olahraga. Kemampuan Akademiknya bahkan di atas rata-rata. Hanya saja memang laporan dari guru BP (Bimbingan Konseling) kalau siswi Ans ini sejak dua minggu terakhir jarang masuk sekolah hingga terjadi kasus ini kemarin,” jelas Kasrun, Jumat (19/1).

Selama bersekolah, Ans yang yang bertubuh kecil memang memakai kerudung besar yang membuat bagian tubuhnya tidak terlihat.

Kasrun menambahkan, saat peristiwa kelahiran itu, Ans mulanya minta izin ke toilet pada pukul 12. Selang beberapa menit kemudian, bel istirahat berbunyi. Sejumlah murid salat di musala yang letaknya tak jauh dari toilet. Tiba-tiba salah seorang dari mereka mendengar tangisan bayi.

Siswa tersebut kemudian mengecek dan melihat ada bayi dalam kantongan plastik di toilet.

“Bayi dalam kantongan itu diperlihatkan ke kami dan segera dilarikan ke RS Bhayangkara. Beberapa saat kemudian kita tahu kalau ibu bayi itu adalah siswi Ans. Adapun Ans usai melahirkan, dia kembali ke kelas seolah tidak terjadi apa-apa,” kata Kasrun, kepala sekolah SMK yang ada di wilayah Kecamatan Tamalate ini.

“Pastinya ini pembelajaran bagi kami semua dan kami harap media membantu kami agar kasus seperti ini tidak terulang,” jelas dia.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge