0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Teatrikal Kematian Warnai Demo Limbah Bau di DPRD

Tteatrikal demo di DPRD Sukoharjo (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Aksi menuntut penyelesaian limbah bau yang menghantui warga Nguter dan sekitarnya diwarnai dengan teatrikal yang mengmabrkan penderitaan warga. Mereka megecat tubuh seluruh tubuh dengan warna putih dan merah mirip tower gas buang di PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang menjadi sumber bau busuk selama ini.

“Teatrikal ini menggambarkan penderitaan warga selama ini setelah keberadaan PT RUM yang mengeluarkan bau busuk hingga ke kampung sekitar pabrik. Masyarakat cukup bersabar karena bisa menahan bau yang setiap hari meneror mereka hingga beberapa bulan, namun lama-lama tidak kuat juga,” kata salah satu peserta aksi, Sumarjono, di Gedung DPRD Sukoharjo, Jumat (19/1).

Selain melakukan aksi teatrikal, sejumlah peserta aksi dari Desa Manisharjo, Kecamatan Bendosari juga mengenakan pakaian mirip pocong. Aksi ini sebagai bentuk ekspsresi warga kalau terus menghirup bau limbah PT RUM tersebut sangat berbahaya dan bisa mematikan.

Setelah melakukan orasi di depan Kantor DPRD Sukoharjo, perwakilan peserta aksi akhirnya diterima Bupati dan anggota DPRD Sukoharjo. Sementara itu ratusan peserta aksi yang berjumlah sekitar 700 orang gabungan dari berbagai elemen masyarakat tersebut menunggu di luar.

“Tuntutan kami warga terdampak limbah bau dari PT RUM, agar secepatnya menyelesaikan persoalan limbah bau supaya udara kembali bersih. Kalau tidak bisa, sesuai janji bupati, PT RUM harus ditutup, jangan sampai rakyat menjadi korban karena lebih memilih investasi,” tandas peserta aksi lainnya, Wisnu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge