0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jokowi: Hati-hati Kita Masuk Revolusi Industri 4.0

Presiden Joko Widodo (Jokowi) (merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti perkembangan revolusi industri 4.0 dan dampaknya di Indonesia. Dia menyinggung revolusi industri 4.0 dan perkembangan kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI) dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Keuangan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kita juga harus hati-hati bahwa kita telah masuk revolusi industri 4.0 yang basisnya adalah bukan (tenaga kerja manusia) tapi digitalisasi, komputer, analisa big data,” kata Jokowi, di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Kamis malam (18/1).

Jokowi mengungkapkan, dengan revolusi industri 4.0 semua menjadi lebih mudah di mana ilmu berbasis big data dan komputerisasi sudah mulai bisa dilihat perwujudan fisiknya. Dia pun meminta semua pihak untuk hati-hati dalam menyongsong revolusi industri 4.0 tersebut termasuk industri keuangan.

“Industri keuangan harus bersiap diri menyongsong revolusi 4.0 ini. Artifical Intelligence (kecerdasan buatan) masuk ke dunia digital,” ujarnya.

Jokowi mencontohkan salah satu media sosial yaitu instagram yang telah berubah menjadi ajang untuk berbisnis. “Instagram di media sosial bijaknya ini bisa digunakan untuk mencapai target marketing,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan perkembangan AI bisa membuat suatu bio teknologi atau rekayasa di bidang argo di mana kekurangan lahan tidak akan membuat orang takut kekurangan pangan sebab media tanam tidak hanya akan ada di tanah berupa lahan lagi.

“Orang tidak akan takut nanti tambah penduduk akan kesulitan pangan, tidak. Karena akan ada rekayasa pupuk yang berbeda, bibit juga yang digarap dengan rekayasa tanah,” jelasnya.

Keluasan lahan, lanjutnya, tidak akan menjadi hal yang relevan lagi sebab saat ini dengan lahan sempit pun suatu negara sudah bisa melakukan ekspor, contohnya Belanda yang kaya akan bio teknologi dan rekayasa lahan.

Selain itu, di masa revolusi industri 4.0 tersebut, memungkinkan para pekerja atau karyawan untuk bekerja di rumah tidak harus bekerja di kantor seperti sekarang ini.

“Saya kira juga semuanya sudah merancang hal yang memikirkan masa depan. Kantor nantinya gak diperlukan lagi. Mohon yang punya kantor gede-gede dipikirkan mau diapakan kantornya. Kerja bisa dari mana-mana sekarang,” ujarnya.

Jokowi mencontohkan salah satu anaknya yang bekerja dari rumah dan menghasilkan uang.

“Anak saya tuh kalau udah pegang gawai kalau sudah malam sudah masuk jam 1 jam 2 suruh tidur, (jawabnya) ‘saya ini bukan main-main pak, saya kerja ini’. Jadi kerja dengan tidur(an) gelongsor di lantai itu kerja gak perlu lagi kantor, sudah bisa menjangkau ke seluruh dunia, seluruh negara.”

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge