0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Panas Dari Alat Tambang Bitcoin Digunakan Untuk Tumbuhkan Tanaman Pangan

Bruce Hardy tunjukkan tanaman pangan yang dia tumbuhkan dengan bantuan panas alat tambang Bitcoin. (ubergizmo.com )

Timlo.net—Biasanya orang memiliki anggapan yang salah tentang menambang cryptocurrency seperti Bitcoin. Mereka beranggapan yang dibutuhkan hanyalah beberapa komputer dengan hardware yang mumpuni. Mereka tinggal menyalakan programnya, duduk santai dan uang akan mengalir masuk. Memang anggapan ini tidaklah begitu salah. Tapi menambang bitcoin butuh listrik yang besar, terutama untuk menyalakan komputer selama 24 jam sehari.

Selain itu, alat penambang menghasilkan panas karena terus menyala. Seorang pengusaha di Kanada berusaha memanfaatkan panas yang dihasilkan alat tambang Bitcoin. Panas itu digunakan untuk menumbuhkan tanaman pangan. Pengusaha bernama Bruce Hardy itu adalah presiden the Myera Group. Grup itu bertujuan untuk mengembangkan sistem produksi makanan yang cerdas dan berkelanjutan, tulis Ubergizmo.

Dia juga menambang Bitcoin pada waktu luang. Dia berusaha mengkombinasikan usahanya di Myera dengan penambangan Bitcoin. Hasilnya adalah penggunaan panas untuk menumbuhkan tanaman pangan. Bruce awalnya berinvestasi pada AC (air conditioning) berskala besar untuk mendinginkan alat tambangnya. Tapi dia menemukan jika panas itu bisa digunakan untuk tujuan pertanian.

“Saat bitcoin muncul, mereka adalah proxy yang luar biasa supaya server menghasilkan panas, dan apakah kita bisa menggunakan panas itu untuk keperluan pertanian,” ujar Bruce.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge