0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Prodi Fisioterapi UMS Gelar Mukernas APTIFI

Prodi Fisioterapi UMS menggeelar Mukernas APTIFI (dok.timlo.net/tyo eka)

Sukoharjo — Program Studi (Prodi) Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Asosiasi Pendidikan Tinggi Fisioterapi Indonesia (APTIFI) di sebuah hotel di Kartasura, Sukoharjo. Hadir dalam Mukernas kali ini, 36 perguruan tinggi yang memiliki Prodi Fisioterapi. Diantaranya STIKES Muhammadiyah Aceh, Poltekes Jakarta, STIKES St Vincent Surabaya, Akfis YAB Yogyakarta, Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam, IIK Kediri, Udayana, Unhas, dan sebagainya.

“Mukernas yang berlangsung tanggal 18 – 19 Januari 2018 ini salah satunya menentukan pengembangan studi lanjut bagi pendidikan tinggi Fisioterapi. Saat ini yang ada di Indonesia Diploma Tiga (D-3) Fisioterapi, Diploma Empat (D-4) Fisioterapi dan Strata Satu (S-1) Fisioterapi. Kita akan mengembangkan Spesialis Fisioterapi dan Strata Dua (S-2) Fisioterapi,” jelas Panitia Muskernas, Totok Budi Santoso yang juga Ketua Prodi Profesi Fisioterapi UMS,  Jumat (19/1).

Pada Mukernas AFTIFI kali ini, menurut Totok, mendatangkan narasumber dari Thailand Prof Mahidol University Prof Dr Montana, dan dari Melbourne University Prof Gilian Web. “Kita ingin mendapatkan masukan salah satunya dari luar negeri, diantaranya kedua pakar Fisioterapi tersebut. Supaya kita bisa menentukan arah pengembangan pendidikan Fisioterapi, mengarah model Thailand ataukah Australia,” jelasnya.

Saat ini Indonesia, menurut Totok, S-1 Fisioterapi baru ada 7 institusi. Sedang yang profesi baru ada empat profesi yakni UMS, Udayana, Unhas dan Unissa Yogyakarta. “Padahal untuk bisa praktek, minimal harus pendidikan profesi,” jelasnya.

Sejauh ini, keberadaan Fioterapis di Indonesia baru ada 12.000 orang. Kalau dibandingkan dengan pendudukan Indonesia saat ini, kata Totok, berarti seorang fisioterapis menangani 25.000 orang. “Idealnya seorang fisioterapis menangani 9.000 orang saja,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge