0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Fredrich Yunadi Ajukan Praperadilan

Fredrich Yunadi (merdeka.com)

Timlo.net – Tersangka kasus dugaan menghalangi proses penyidikan kasus e-KTP, Fredrich Yunadi, mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Jakarta Selatan (PN Jaksel). Fredrich menilai penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dirinya tidak sah.

“Praperadilan ini kita ajukan berdasarkan permintaan Pak Fredrich, karena ada beberapa hal, pertama penetapan sebagai tersangka yang kita anggap tidak sah,” ujar Ketua Tim Kuasa Hukum Fredrich, Sapriyanto Refa, Kamis (18/1).

Selain itu, ia mengatakan, penyitaan barang bukti yang dimiliki oleh KPK tidaklah mendasar karena tidak ada hubungannya dengan kasus e-KTP.

“Kedua, sesuai dengan KUHAP juga, benda benda yang disita harus sesuai dengan tindak pidana yang disangkakan. Pak Fredrich inikan disangka melanggar Pasal 21, Pasal 21 itu pasal menghalang-halangi penyidikan yang dilakukan KPK. Seharusnya barang bukti dari penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan adalah dalam rangka menemukan barang bukti yang digunakan untuk menghalang-halangi, tapi kenyataannya yang disita itu, hampir dokumen-dokumen yang nggak ada hubungannya dengan pelanggaran Pasal 21,” jelasnya.

“Kaya misalnya ada dokumen yang berkaitan dengan perkara lain, yang tidak ada hubungannya dengan menghalang-halangi ini, itu juga diambil oleh penyidik dan dilakukan penyitaan,” sambungnya.

Dia tegaskan yang dikatakan KPK telah memiliki bukti cukup menetapkan kliennya sebagai tersangka sesungguhnya tidaklah terpenuhi.

“Dari bukti permulaan yang cukup, yang disebutkan di KUHAP, dan kita menganggap dua bukti permulaan yang cukup tak terpenuhi dalam penetapan pak Fredrich sebagai tersangka,” tegasnya.

“Ada akta pernyataan pemegang saham, ada rapat umum pemegang saham perusahaan lain, kemudian berita acara. Ada macam-macam lah dan saya lihat nggak ada hubungan dengan pasal 21. Mereka KPK menafsirkannya benda-benda yang disita itu tidak harus yang berkaitan dengan kasus tersebut, yang berkaitan dengan e-KTP pun akan disita. Nah ini kan berbeda kan. Kalau dengan e-KTP kan merupakan perilaku tindak pidana tertentu, itu kan Pak Setya Novanto dan lain-lain, ini kan hanya menghalang-halangi. Ya carilah bukti-bukti, dokumen-dokumen yang bisa membuktikan bahwa Pak Fredrich Yunadi menghalang-halangi,” bebernya.

Selain dokumen, Refa juga merasa heran atas bukti yang dimiliki KPK seperti handphone dan CD.

“Kemudian yang kedua ada dari pada handphone, kemudian ada CD. Saya nggak tahu CD itu isinya apa karena belum dibuka. itu yang disita (KPK),” jelas dia.

Seperti diberitakan, Fredrich dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)) karena dianggap menghalangi upaya penyidikan mantan kliennya Setya Novanto alias Setnov dalam kasus e-KTP. Fredrich diduga menyewa satu lantai kamar di RS Medika Permata Hijau sebelum Setnov kecelakaan pada November lalu.

Selain Fredrich, dalam perkara yang sama KPK juga menjerat seorang dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutardjo. Saat ini Bimanesh juga telah ditahan KPK dan hari ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk tersangka Fredrich Yunadi.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge