0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penelitian: Orang yang Sering Gunakan Internet Kurang Religius

Pengguna internet. (indy100.com)

Timlo.net—Menurut penelitian baru, orang yang menggunakan Internet dalam waktu lama kurang religius. Penelitian itu diterbitkan dalam the Journal for the Scientific Study of Religion. Penelitian itu diadakan oleh para peneliti dari Baylor University, sebuah universitas Kristen swasta di Amerika Serikat (AS).

Data dikumpulkan dari survei yang mereka lakukan terhadap 1714 orang dewasa di AS. Isi survei mempertanyakan penggunaan internet dan tendesi religius mereka. Hasil survei menunjukkan jika naiknya penggunaan internet dihubungkan dengan berkurangnya hubungan dengan hal rohani (misalnya memeluk sebuah agama tertentu) dan ekslusivitas religius (percaya jika hanya ada satu agama yang benar). Akan tetapi, penggunaan internet yang bertambah tidak dihubungkan dengan berkurangnya aktivitas rohani, tulis Indy100.com.

Di sisi lain, peningkatan durasi menonton TV berhubungan dengan penurunan aktivitas rohani. Tapi tidak mengurangi hubungan penonton dengan hal-hal religius. Pemimpin penelitian Paul K. McClure dari Baylor University berkata kepada PsyPost: “Salah satu penemuan utama dalam studi ini adalah peningkatan penggunaan internet berhubungan dengan hilangnya afiliasi religius, dan saya juga menemukan jika individu yang menghabiskan banyak waktu online bukanlah eksklusivis religius, atau dengan kata lain mereka tidaklah berpikir jika ada satu agama yang paling benar di luar sana.”

Ilmuwan komputer dari Olin College of Engineering di Massachusetts, AS Allen Downey menyimpulkan yang sama. Dia melakukan penelitian terkait subyek itu pada 2014. dia menggunakan data dari the General Social Survey yang mensurvei 9000 orang.

Kesimpulannya adalah peningkatan penggunaan internet selama dua dekade ini menyebabkan penurunan yang tajam terhadap hubungan dengan hal religius.  MIT Technology Review menulis hasil penelitian Allen. “Dia menemukan jika pengaruh terbesar dari hubungan religius adalah jika orang dibesarkan secara religius—mereka yang dibesarkan dalam keluarga beragama memiliki kemungkinan besar berhubungan dengan agama itu kelak. Akan jumlah orang yang dibesarkan dalam lingkungan religius berkurang sejak 1990,” tulis MIT Technology Review. Tapi lingkungan hanyalah salah satu alasannya (25 persen dari penyebab penurunan). “Untuk orang yang hidup dalam masyarakat yang homogen, internet menyediakan informasi terkait agama lain dan berinteraksi dengan mereka secara pribadi,” tambah Allen.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge