0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pengusaha Minta Menteri Pertanian Jujur

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Kebijakan impor 500.000 ton beras yang dilakukan pemerintah menuai pro kontra. Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang, Zulkifli Rasyid mengatakan, impor ini perlu dilakukan karena stok beras medium berkurang. Akibat kekurangan tersebut harga beras di pasar melambung tinggi.

“Saya sudah 40 tahun di pasar induk Cipinang baru kali ini saya menemukan harga beras tertinggi yang tidak jelas, harga sampai Rp 13.000- Rp 14.000,” katanya di Jakarta, Kamis (18/1).

Menurutnya, di awal stok beras mulai berkurang dia telah mempertanyakan stok kepada pemerintah melalui Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Tapi menurutnya, Mentan telah memastikan bahwa stok beras berlebih sampai 1,2 juta ton.

Hal itu tentu bertolak belakang dengan fakta di lapangan bahwa stok beras kurang sehingga harga menjadi tinggi.

“Bapak menteri berkali-kali mengatakan stok lebih dan berlebih. Itu bukan sekali dua Kali. Berkali-kali beliau mengatakan. Saya mengasih masukan kepada beliau ‘Pak Januari Februari akan terjadi kekurangan beras medium’. Tapi bapak menteri mengatakan selalu surplus dan surplus. Seandainya data beliau benar dan valid tidak pernah terjadi harga beras seperti ini,” jelasnya.

Lanjutnya, stok beras yang disebut Mentan itu ternyata beras raskin yang tidak layak diperjualbelikan. Ini terlihat ketika beras tersebut dikeluarkan saat operasi pasar (OP). Awal OP diadakan beras yang dikeluarkan adalah beras bagus. Namun saat ini beras yang dikelurakan beras raskin.

“Kalau mau jujur Mentan mengatakan masih punya stok 1,2 juta ton. Itu saya sudah bantah sebab yang 1,2 juta ton itu beras raskin yang tidak bisa diperjualbelikan. Tapi dia masih tetap dia mengatakan ada,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa stok yang disebut Mentan tersebut sebenarnya tidak ada. Sehingga impor adalah jalan terbaik yang harus dilakukan. Zulkifli mengatakan impor boleh dilakukan jika diperlukan, dan tidak boleh dilakukan kalau panen berlebih.

“Sekarang terbukti omong beliau lempar batu sembunyi tangan, yang sebenarnya stok itu tidak ada menurut saya,” tandasnya.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge