0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Toko Modern Diberikan Ijin, Asal Mau Menjual Ini

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melauncing Si-Pioner (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — Pemkab Sragen melaunching sistem perijinan online Si-Pioner dan Program UMKM masuk toko modern. Dalam kesempatan itu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta setiap toko modern harus memberikan ruang usaha atau menjual produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Sragen.
“Masalah UMKM yang utama selama ini yakni memasarkan. Oleh karena itu harus gerakkan pihak swasta,” kata Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Rabu (17/1).
Di sela-sela launcing Si-Pioner, Bupati Yuni mengungkapkan, setiap ke daerah selalu mendapat keluhan masyarakat tentang susahnya memasarkan hasil UMKM. Melihat kondisi ini, pihaknya mendesak pengusaha toko modern agar memberikan ruang bagi pemasaran UMKM Sragen.
Bupati juga menegaskan agar produk UMKM diletakkan di depan sehingga menarik minat beli konsumen. Bahkan Yuni mengancam toko modern yang menolak untuk memberikan ruang display dan pemasaran bagi produk UMKM, ijin perpanjangan tidak akan diberikan.
Dia juga meminta tiga toko modern yang tengah mengurus perijinan, harus memberikan ruang bagi UMKM.
“Bukan hanya tiga minimarket yang mengajukan ijin baru, tapi seluruhnya. Masa ijin hanya lima tahun, jika tidak mau, tidak ada perpanjangan,” tandasnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen, Yosep Wahyudi menjelaskan, sampai saat ini terdapat 54 toko modern  di wilayah Bumi Sukowati. Setiap minimarket harus ada display untuk UMKM.
Hanya saja, masyarakat bersama PT Gentrade perlu didorang untuk kontinuitas produk dan menjaga kualitasnya. Karena semua produk UMKM sekarang sudah dipasarkan dengan menggandeng swasta.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge