0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Usai Pesta Miras, Syaiful Ditemukan Tewas

Ilustrasi pesta Miras (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kejadian nahas menimpa salah seorang warga, Syaiful panggilan Ful (40), di Nagari Kotobangun, Kecamatan Kapur IX, Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Korban ditemukan tewas usai diketahui menenggak minuman tradisional jenis tuak, sejak Selasa (16/1) malam hingga Rabu (17/1) dini hari bersama dua orang temannya.

Jenazah korban ditemukan terbaring di salah satu palanta tempat istirahat berada tepat berada di depan warung salah seorang warga bernama Linsar, Jorong Sukakarya, Nagari Lubuakalai, Kecamatan Kapur IX, Rabu (17/1) dini hari.

“Benar, kita menemukan warga sudah tidak bernyawa di salah satu palanta, diketahui sebelumnya korban bersama dua orang temannya usai meminum-minuman keras tradisional jenis tuak,” kata Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP Anton Luther dan KBO Reskrim, Iptu Muhammad Arvi.

Sesuai data kronologi informasi dari Polres Limapuluh Kota, malam sebelumnya, Ful bersama dua orang temannya, Sulaiman panggilan Sule (67) dan Buyung Syaipul (55), minum tuak di rumah Kifli panggilan Kipit (36) yang merupakan adik kandung korban.

Tengah malamnya, korban bersama dua orang temannya itu bertolak ke nagari tetangganya dan melanjutkan minum tuak di warung milik warga bernama Linsar. Saat itu diketahui sudah dini hari.

Tidak lama berselang, Ful, terlihat seperti sudah mabuk berat dan berjalan sempoyongan hingga palanta tempat istirahat yang berada di depan warung. Mengerang kesakitan di bagian dada, akhirnya korban terdiam dan diketahui telah meninggal.

“Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan tenaga medis dr Rini, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Begitu juga pada muntah korban juga tidak ditemukan tanda-tanda keracunan yang biasanya ditandai dengan busa dan muntah,” kata Kapolres AKBP Haris Hadis.

Keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian saudaranya. Sebab sebelumnya diketahui keluarga korban yang merupakan warga asli Kabupaten Pasaman Timur tersebut, memang usai meminum tuak. Sehingga tidak bersedia untuk dilakukan autopsi.

“Rencananya korban akan dibawa pihak keluarga ke Kabupaten Pasaman Timur, kampung halamannya untuk dimakamkan,” ujar KBO Reskrim Polres Limapuluh Kota, M Arvi.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge