0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kejari Kembalikan Berkas Kasus Tiga Tersangka Kasus Bank UOB

Bambang Saputra (achmad khalik)

Solo – Berkas tiga tersangka kasus tindak pidana kejahatan perbankan karyawan Bank UOB yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo dikembalikan ke penyidik Satreskrim. Pihak Kejari menilai, berkas dengan tiga tersangka, diantaranya Vincensius Henry, Meliawati dan Natalia Go ini belum lengkap.

“Tiga berkas tersebut kami kembalikan dilengkapi petunjuk. Menurut kami, berkas yang dilimpahkan tersebut belum ditemukan unsur kerjasamanya dalam perkara tindak pidana antara tersangka atau pihak bank dengan terpidana Waseso yang mengambil uang hingga 18 kali milik korban, Roestina Cahyo Dewi,” jelas Kasi Pidum Kejari Solo, Bambang Saputra SH MH saat dihubungi, Rabu (17/1).

Dikatakan Bambang, pihaknya memerlukan bukti bahwa ketiga tersangka menikmati uang milik korban yang diambil oleh Waseso sebanyak 1.745.936,85 USD atau kurang lebih Rp 21,6 Miliar di Bank UOB. Pengambilan uang tersebut, dilakukan secara bertahap oleh terpidana Waseso yang saat ini mendekam di sel Rutan Kelas I Kota Solo.

Jika berkas tersebut telah disempurnakan, lanjut Bambang,  pihaknya akan melakukan penelitian kembali oelh tiga JPU yang menangani kasus tersebut.

“Perlunya perkara ini diekspos di Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jateng menunggu hasil penelitian berkas dan kajian perkara dari jaksa,” jelas Bambang.

Sebelumnya, penyidik Satreskrim Polresta Solo telah menetapkan tiga tersangka pegawai bank UOB. Penetapan ketiganya sebagai tersangka berdasar hasil paparan gelar perkara yang disampaikan penyidik Satreskrim Polresta Surakarta di Polda Jateng tahun 2017.

Penetapan tiga tersangka itu, juga dibenarkan oleh korban, Roestina Cahyo Dewi usai menerima SP2HP dari penyidik.

Seperti yang diungkapkan oleh Roestina Cahyo Dewi yang didampingi penasehat hukumnya Dimas Andy Yusworo SH beberapa waktu lalu, dalam perkara ini ketiga tersangka oleh penyidik dijerat dengan pasal 49 ayat 2 huruf  b jo pasal 29 UU No 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No 7 Tahun 1992 tentang perbankan dengan ancaman maksimal 8 tahun. Sebab ketiga tersangka tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP).

Sedangkan, Dimas Andy Yusworo menilai, penyidik Polresta Solo yang mengusut kasus ini mestinya tidak hanya menetapkan tiga pegawai Bank UOB sebagai tersangka sebab mereka hanya menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan.

“Mestinya pejabat struktur managerial Bank UOB Pusat harus bertanggung jawab dalam kasus ini,” tandas Dimas Andy yang mengaku telah lama pensiun sebagai Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge