0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kebijakan Impor Beras, Mengorbankan Nasib Petani

Petani sedang memupuk tanaman padi di sawah (dok.timlo.net/nanin)

Solo – Kebijakan pemerintah yang melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton dianggap kurang berpihak kepada petani. Pasalnya, akibat dari kebijakan itu membuat hasil produksi pertanian dalam negeri menjadi kurang laku di pasaran.

“Sepertinya petani ini memang tidak boleh sejahtera. Bayangkan saja ketika harga komoditas beras dianggap bagus oleh petani, langkah yang dilakukan pemerintah justru melakukan operasi pasar dan impor,” ujar pengamat pertanian yang sekaligus Direktur Yayasan Obor Tani, Pratomo saat dihubungi Timlo.net, Rabu (17/1).

Akibat dari kebijakan itu, hasil produksi beras yang dilakukan oleh petani lokal menurutnya menjadi kurang dihargai karena langsung anjlok. Oleh karena itu, upaya evaluasi mestinya harus segera dilakukan. Agar kemudian, program swasembada pangan yang dilakukan pemerintah tidak hanya sebatas jargon semata.

“Sebenarnya program Presiden Joko Widodo ini bagus. Namun kalau saya melihat tidak bisa diterjemahkan oleh menteri dan pejabat pelakasannya. Sehingga kalau ini dibiarkan akan sulit mewujudkan program swasembada pangan seperti yang dicita-citakan,” jelasnya.

Dirinya juga mencontohkan, salah satu kebijakan yang dianggap salah selama ini adalah soal subsidi. Menurutnya, subsidi yang harus dilakukan adalah ditingkat out put atau gabah, bukan di ranah input seperti pupuk. Karena dengan menekan harga melalui subsidi gabah, nasib petani menjadi terselamatkan.

Pratomo juga menyampaikan, akibat sektor pertanian yang kurang mendapat perhatikan tersebut, sangat wajar jika saat ini cukup banyak lahan diberbagai daerah yang dialih fungsikan. Bahkan di Jawa Tengah sendiri, dari hasil pengamatannya lahan pertanian yang tergerus akibat alih fungsi lahan mencapai 5-10 persen pertahun.

“Tentu ini sangat wajar, karena petani sendiri lebih memilih untuk menjual lahan, daripada nekat digarap tapi tidak menguntungkan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge