0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Terima Uang dari Tahanan Narkoba, Kepala Rutan Dicopot

ilustrasi rupiah (Timlo.net/redaksi)

Timlo.net – Kepala Rutan Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto dicopot dari jabatannya terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) narkotika. Dia mengakui mengakui menerima transfer uang Rp 15 juta dari seorang tahanan narkoba.

“Kami telah membebastugaskan Cahyono Adhi dari jabatan lamanya sebagai Kepala Rutan Purworejo dengan mengacu hasil penyelidikan dari BNN. Sambil menunggu proses hukum, status kepegawaiannya langsung dipindahkan ke Kanwil Kemenkumham Jateng,” ungkap Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng Ibnu Chuldun, Rabu (17/1).

Pencopotan sebagai kepala Rutan Purworejo tersebut sesuai arahan dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham. Ibnu mengatakan saat ditangkap oleh tim gabungan BNN, Cahyono tidak melakukan perlawanan.

“Saat kejadian situasi rutan terbilang kondusif. Tidak ada keriuhan sama sekali untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan di BNNP Jateng,” ucapnya.

Dia mengatakan sempat bertemu Cahyono Adhi saat diperiksa di markas BNNP Jateng.

“Saya temui dia sebentar karena tahapan pemeriksaan dibawah kendali Kadivpas Kemenkumham. Yang bersangkutan mengakui menerima transfer uang Rp 15 juta. Walau masih terlalu dini untuk mempercayai pengakuannya. Tetapi kita prinsipnya menghormati proses yang dilakukan BNN,” jelasnya.

Cahyono mengakui uang kiriman tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan pribadinya mulai belanja dan membeli rokok.

“Dia ngakunya buat belanja, beli rokok dan sebagainya,” katanya.

Untuk sementara ini, Kanwil Kemenkumham Jateng telah menujuk Kepala Bapas Kelas II Klaten, Eko Bekti Susanto untuk merangkap jabatan sebagai Plt Kepala Rutan Purworejo.

“Kami sudah meneken surat tugas bagi saudara Eko Bekti, selain pekerjaannya sebagai Kepala Bapas Klaten, juga menjadi plt Kepala Rutan Purworejo. Ini penting mengingat kebutuhan Rutan Purwotejo harus tetap berproses menjalankan administrasi dan mengelola proses-proses keuangan setiap hari,” tegasnya.

Ia menyatakan tindakan tegas harus diambil untuk mendukung upaya BNN dalam menciptakan zero narkoba dan pungli di lingkungan lapas.

Cahyono diduga menerima aliran dana dari bandar sabu Christian Jaya Kusuma alias Sancai saat bertugas di Lapas Nusakambangan. Sancai merupakan narapidana kasus narkotika yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan Pekalongan.

Kasus ini merupakan pengembangan dari penyalahgunaan narkotika yang melibatkan anggota Direktorat Reserse, Narkotika, dan Obat-obatan Berbahaya Kepolisian Daerah Jawa Tengah, AKP KW. AKP KW ditangkap atas kepemilikan sabu satu gram oleh Paminal Polda Jateng pada Jumat, 1 Desember 2017 di sebuah rumah makan di Semarang.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge