0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Impor Beras, Bulog: Didatangkan Secara Bertahap

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) menyiapkan tiga pelabuhan untuk menerima beras impor. Ketiga pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Belawan di Medan, Pelabuhan Batam di Batam, Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. DIketahui, Bulog melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton pada Februari 2018.

“Impor masuk ke Pelabuhan Medan, Batam, Jakarta. Jadi didatangkan secara bertahap. Kalau jumlahnya tergantung jenis kapalnya, kalau kecil berarti yang datang jumlahnya kecil dulu. Kalau kapal besar bisa muatannya banyak,” ujar Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayati di Jakarta, Selasa (16/1).

Djarot mengatakan, untuk menjaga impor beras tidak disalahgunakan pihaknya memperkuat pengawasan di lapangan. Salah satunya dengan meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) di lapangan.

“Direktur Pengadaan minta 100 lebih satker (satuan kerja) nanti akan kami penuhi terus. Saya ingin punya satker didedikasikan untuk menyerap,” jelas Djarot.

Selanjutnya, untuk melakukan distribusi beras kepada masyarakat, Bulog akan menyiapkan 150 orang petugas yang langsung berhubungan dengan pelanggan atau sales force. Petugas tersebut nantinya akan dikirim ke berbagai daerah terutama daerah yang bukan penghasil beras.

“Kan kemarin Bulog dikritik, katanya Bulog cuma mau jual ke pedagang besar, tidak mau ke pedagang kecil, apalagi masyarakat. Makanya tahap pertama kami siapkan 150 sales force, beberapa hari ini mereka akan dikirim ke daerah,” jelasnya.

Djarot menambahkan, dalam melakukan pengawasan, Bulog telah menyiapkan 60 orang Presiden Auditor yang akan bekerja langsung di bawah satuan pengawasan nasional dan pengawas internal Bulog, sehingga independensinya bisa terjaga.

“Orang-orang itu akan ditempatkan di objek pemeriksaan. Mereka akan jadi pengawal kebijakan pusat. Ini semua dilakukan untuk mengurangi kebocoran yang akhirnya perusahaan ini jadi tidak efisien,” tandasnya.

[azz]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge