0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cape Town, Kota Besar Pertama di Dunia yang Kehabisan Air

Cape Town. (metro.co.uk)

Timlo.net—Cape Town bisa menjadi salah satu kota besar di dunia yang kehabisan air. Pemerintah kota itu memperingatkan warganya jika kota itu akan mengalami kekeringan. Kota yang berada di ujung selatan benua Afrika itu terancam kehabisan air dalam 90 hari mendatang.

Pihak berwenang di kota itu mendesak para warganya untuk menghemat air. Penggunaan air di kota itu mencapai 87 liter per orang per hari. Proyeksi saat ini menyatakan jika kota itu bisa kehabisan air paling awal pada Maret 2018. Walikota Cape Town Patricia De Lille berkata kota itu masih punya waktu hingga 22 April 2018. Tanggal itu adalah hari di mana pihak berwenang memprediksikan air ledeng akan kering. Terutama bila konsumsi air saat ini tidak dikurangi.

Krisis ini terjadi setelah selama tiga tahu belakangan, hujan jarang turun. Akibatnya kota mengalami kekeringan sedangkan konsumsi air semakin meningkat. Kota itu melarang 4 juta warganya untuk mencuci mobil dan mengisi kolam renang mereka, tulis Metro.co.uk.

Mandi akan dibatasi durasinya menjadi di bawah dua menit. Warga tidak akan bisa menyirami kebun atau menyiram toilet mereka kecuali perlu. Orang-orang diminta mendaur ulang air bekas mandi dan penggunaan alat cuci baju dan piring. Situs Craiglist di kota itu dipenuhi iklan dari berbagai perusahaan. Mereka bersedia mengirim trunk berisi tangki air dari tempat-tempat yang tidak mengalami kekeringan.

Begitu bendungan-bendungan yang ada di kota mencapai kapasitas 13,5 persen, persediaan air kota akan dimatikan kecuali untuk layanan penting seperti rumah sakit. Begitu hal ini terjadi, akan ada 200 tempat air yang dijaga pasukan bersenjata di sepanjang kota. Warga kota bisa mengumpulkan maksimal 25 liter air per hari. Pemerintah kota berusaha mengatasi masalah ini dengan mendirikan pabrik-pabrik desalinasi untuk mengubah air laut supaya bisa dikonsumsi. Mereka juga mendirikan pabrik untuk menyedot air tanah. Cape Town juga menggalakkan program daur ulang air.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge