0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Begini Modus Tersangka Korupsi Lawu Air

Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Penyidik Polres Karanganyar mengusut perkara dugaan korupsi pengadaan Lawu Air sejak 2015. Satu orang ditetapkan tersangka pada 2017, sedangkan dua lainnya pada awal tahun ini.

“Ada tiga tersangka. Satu mantan PPK pengadaan pesawat, pemilik CV dan oknum pekerjanya yang menggunakan bendera CV. Kami intens koordinasi dengan kejaksaan untuk menempuh seluruh tahapannya. Tersangka yang dulunya PPK, berkasnya sudah P21 pada 2017. Menyusul dua lain pada awal 2018,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto kepada wartawan, kemarin.

Penyidik melihat alur tindakan penyelewengan sejak awal pelelangan barang. Dalam RAB disebutkan bakal didatangkan pesawat Boeing 737-200 di Taman Wisata Dirgantara (edupark) Tasikmadu. Namun faktanya, yang datang pesawat jenis Boeing 737-300 bernama lambung Batavia Air. Pemkab Karanganyar keluar duit Rp 2 Miliar membeli wahana Lawu Air ini berikut dua unit helikopter bekas.

Penyidik menggulirkan kasus itu hingga didapati kerugian negara Rp 509 Juta. Audit dilakukan BPK, BPKP dan menghadirkan saksi ahli pidana dan ahli tata negara.

Kini, berkas perkara, tersangka dan barang bukti dianggap lengkap oleh Kejari Karanganyar dan siap disidangkan. Sambil menunggu persidangan di pengadilan tipikor Semarang, tiga tersangka dititipkan ke Rutan Klas I Surakarta. Mereka adalah Manajer Lapangan CV Gema Putra PersadaBerdi; Direktur CV Gema Putra Persada, Saripudin dan Mantan Kabid Cipta Karya DPU Karanganyar, Purwono.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge