0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Palsukan Email, Penipuan Via Online Terbongkar

Pelaku penipuan melalui email diringkus (merdeka.com)

Timlo.net — DL alias GA (42) diciduk anggota Subdit Cyber Crime Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya. Ia diduga melakukan penipuan terhadap seorang warga bernama Steven Leonardi hingga meraup untung Rp 400 Juta.

Modus penipuan dilakukan ibu rumah tangga ini terbilang ciamik. GA meminta Steven mengirimkan uang ke nomor rekening dikirimkannya lewat email. Korban saat itu tengah melakukan transaksi pembelian vaksin dengan sebuah perusahaan dari Singapura melalui email. Di saat itulah pelaku ikut dalam transaksi dengan menggunakan email mirip perusahaan tersebut.

“Kemudian, pada 20 Februari 2016, korban menerima email dari tersangka yang berisikan perubahan nomor rekening,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/1).

Menurut Argo, komunikasi awal Steven dengan sebuah perusahaan tersebut dimulai pada 1 Februari 2016. Tersangka kemudian masuk dengan email serupa perusahaan dengan isi meminta perubahan rekening tujuan untuk dilakukan pengiriman.

“Sebelumnya, email resmi perusahaan adalah bestar_int@bestar.com.tw. Sedangkan email yang digunakan oleh tersangka adalah bestar_int@bestar-tw.com,” ujar Argo.

Argo mengatakan, korban yang tak melakukan konfirmasi kemudian mengirimkan uang ke nomor rekening diminta pelaku pada 29 Februari 2016. Namun, karena pesanan vaksin ayam dibeli tak kunjung datang korban menghubungi perusahaan tersebut hingga kasus penipuan dilakukan GA terbongkar.

“Jumlah yang ditransfer adalah USD 31.331,60 atau sekitar Rp 400.000,000,” katanya.

Mantan Kabidhumas Polda Jatim ini menambahkan, dari hasil penyelidikan pelaku menggunakan sebuah virus untuk memuluskan aksinya. Kemudian melacak setiap transaksi pembelian hingga disusupi pelaku.

“Tersangka menggunakan virus trojan. Seperti namanya, virus ini dilegitimasi oleh sistem, sehingga bisa masuk ke dalam sistem. Terus, secara acak dia mencari email yang sedang melakukan transaksi. Jadi korbannya secara acak,” katanya.

Akibat perbuatannya pelaku dikenakan Undang-undang ITE hingga Tindak Pidana Pencucian Uang. Kasus ini masih didalami kepolisian untuk menyelidiki dugaan jaringan pelaku.

“Pelaku terancam pidana kurungan antara lima sampai 20 tahun penjara,” tandasnya.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge