0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dandim: Babinsa Harus Paham Distribusi Pupuk

Sosialisasi Pemupukan kepada Babinsa Kodim 0725/Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Kelangkaan pupuk bersubsidi bisa menjadi peluang beredarnya produk pupuk imitasi di kalangan petani. Sekilas pupuk imitasi tidak jauh beda dengan yang produk asli, selain tidak berijin, dampak terhadap tanaman juga tidak bisa maksimal.

“Marak pupuk imitasi, tapi kualitas buruk dan dampak jika diaplikasikan ke tanaman tidak maksimal, selain juga legalitas dan ijin edar dipertanyakan,” kata Manager Promosi Perencanaan Pemasara Petrokimia Gresik, Lukman Harun, Selasa (16/1).

Dalam kegiatan Sosialisasi Pemupukan Berimbang dan Product Knowledge PTPetrokimia Gresik Bersama Basbinsa Kodim 0725/Sragen, Lukman menyampaikan, munculnya produk pupuk imitasi itu diantaranya disebabkan adanya kelangkaan pupuk di kalangan petani. Selain itu berdasarkan kajian yang sudah berjalan, kelangkaan pupuk bersubsidi akibat adanya penyelewengan di lapangan.

“Selama kami menyikapi Kelangkaan selain alokasi ada penyelewengan di lapangan. Hal ini menjadi peluang pupuk imitasi masuk ke petani,” terangnya.

Menurutnya, dengan adanya peran Babinsa diharapkan bisa menyampaikan atau memberikan pemahaman ke petani. Selain itu juga menginformasikan mekanisme pupuk bersubsidi.

Dandim 0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo mengatakan, kegiatan sosialisasi pemupukan kepada Babinsa itu bagian dari MoU dengan Kementerian Pertanian.

“Kegiatan ini agar Babinsa tidak ngawur dalam memberi pendampingan,” tandasnya.

Dia menjelaskan Babinsa perlu memahami soal distribusi Pupuk. Pasalnya, TNI punya peran mengawasi pupuk bersubsidi agar tidak terjadi penyelewengan.

“Jika mengetahui ada penyelewengan pupuk bisa berkordinasi dengan Satgas Pangan dan kepolisian,” jelas Camas.

Dandim menambahkan, ada 220 Babinsa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga memberi tambahan ilmu untuk bekal bagi Babinsa yang sebagian sudah memasuki masa purna tugas.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge