0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Jadwalkan Pemanggilan Pengelola Gedung BEI

Jumpa pers terkait insiden ambruknya mezanin gedung BEI (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi masih menyelidiki ambruknya mezanin di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejumlah saksi sudah menjalani pemeriksaan. Polisi juga menjadwalkan untuk memeriksa pengelola gedung.

“(Panggil pengelola) itu tahap berikutnya ya setelah kita kumpulkan labfor, bagaimana dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, yang akan menanganinya,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/1).

Lebih lanjut, dirinya menyebut bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap 10 orang saksi untuk dimintai keterangan terkait robohnya selasar tersebut.

“Telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, ada 10 orang saksi dari sekuriti mahasiswi teman-teman korban dan pegawai yang ada di sana,” ujarnya.

“Kemudian saya sampaikan tadi Direktorat reserse kriminal umum telah mengirimkan penyidiknya untuk melakukan olah TKP selain dari labfor juga dari direktorat Reserse Kriminal Umum, dipimpin oleh Wadir Reserse Kriminal Umum AKBP Ade Hari. Dan dari Mabes oleh Kombes Ulung dan kegiatan masih berlangsung sampai sekarang,” sambungnya.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencocokkan dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) fakta-fakta yang ada dengan para saksi-saksi yang merasakan sendiri dan sempat lari saat kejadian, dan termasuk juga petugas keamanan gedung tersebut ikut diperiksa.

“Itu kan di mezanin persis di bawah adalah resepsionis dan tempat masuknya alat yang pakai kartu untuk masuk. Itu persis yang di bawah itu. Sama pegawai yang bekerja di sana. Jadi ada 10 yang dimintai keterangan,” ucapnya

Saat ini, pihaknya pun masih melakukan pengamanan di sekitar gedung BEI. Tapi, meskipun tak ada kejadian gedung BEI tetap dilakukan pengamanan secara ketat karena memang tempat tersebut salah satu objek vital.

“Masih dilakukan pengamanan dan kalaupun tidak ada kejadian pun di sana kan termasuk objek vital. Masih di Police Line juga tower 2, karena masih ada olah TKP, jadi masih ditutup. Ketapi kalau naik lift bisa,” terangnya.

Meskipun dilakukan penutupan oleh pihaknya untuk dilakukan olah TKP, tapi pihaknya tak akan menghambat para pegawai BEI yang akan melakukan aktivitas bekerja seperti biasanya.

“Dari Polri tidak menghalangi, tapi kembalikan kepada para tenant, kantor-kantor yang berada di situ. Apakah mereka akan memberlakukan mereka kerja atau tidak itu keputusan mereka. Artinya sudah layak untuk dilaksanakan beraktifitas,” tandasnya.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge