0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Beberapa Tahun Lagi, Air Sungai Citarum Bisa Diminum

Sungai Citarum (merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah melakukan penataan Sungai Citarum, Jawa Barat. Ditargetkan air sungai tersebut bisa bersih tanpa tercemar limbah apapun sehingga dapat diminum. Revitalisasi ditarget bisa sempurna dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun ke depan.

“Paling tidak lima tahun, lima tahun kita berharap airnya semakin baik, industri semuanya sudah punya IPAL (instalasi pengolahan air limbah), orang sudah punya MCK, sehingga tidak buang kotoran ke sungai,” kata Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan di Bandung, Selasa (16/1).

Ditemui usai memimpin Rapat Sosialisasi Penataan Sungai Citarum, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Menko Luhut mengatakan target air Sungai Citarum bisa diminum bisa tercapai jika semua pihak mau bergerak menuntas masalah di sungai tersebut.

“Nanti limbahnya dikelola dan airnya laik untuk diminum lagi, apakah lima atau 10 tahun lagi itu terjadi, kita harus mulai. Itu generasi kamu, saya yang memulai, tidak bisa satu atau dua tahun, jadi kita harus konsisten,” ujarnya.

Pihaknya juga memastikan belum akan menerima dana bantuan dari luar negeri untuk mengatasi permasalahan Sungai Citarum. Termasuk dana dari ADB (Asia Development Bank) sebesar Rp 200 triliun.

“ADB menawarkan dana cukup besar sekali tapi itu di Bappenas, tapi kita melihat-lihat, apa perlu kita sampai sebanyak itu, kita evaluasi. (Dana ADB Rp 200 triliun) belum tentu diambil, kita lihat nanti kemarin tidak sebesar itu,” tuturnya.

Dia mengatakan saat ini di setiap kementerian sudah ada dana atau program untuk mengatasi masalah Sungai Citarum seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Sekarang banyak kita, dana dari kementerian-kementerian sudah ada programnya, hanya kita belum disinergikan semuanya. Cukup besar beberapa triliun, dari mulai Kementerian PU Pera, Kementerian LHK, macam-macam,” kata dia.

“Bantuan internasional banyak ke saya yang nawarin, jadi kita lagi menata karena kita tidak mau manfaat itu malah tidak benar,” lanjut Menko Luhut.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge