0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ratusan Bank Sampah di Solo Tak Optimal, Ini Akibatnya

TPA Putri Cempo, Mojosongo. Jebres, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Bank Sampah yang selama ini menjadi program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tampaknya belum menjadi solusi efektif bagi pengurangan volume sampah di Kota Solo. Minimnya kesadaran masyarakat akan tata kelola sampah dituding sebagai penyebab meningkatnya volume sampah dari hari ke hari.

“Sekarang ada 200 lebih bank sampah di Kota Solo, namun saat ini, mungkin 50 persen saja yang masih optimal, lainnya masih belum,” ungkap Kepala DLH Solo Hasta Gunawan, melalui sambungan telepon, Selasa (16/1).

Hasta mengatakan, DLH menargetkan paling tidak ada 300 bank sampah di seluruh wilayah Kota Bengawan. Meski begitu, tanpa kesadaran masyarakat, volume sampah akan terus bertambah.

DLH mencatat hingga akhir 2017, volume sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo masih dalam kisaran angka 270 ton setiap hari. Dikatakan, dengan pengoptimalan bank sampah, penurunan volume sampah bisa mencapai 20% dari volume awal.

“Harapannya dengan bank sampah yang sudah ada bisa menekan volume sampah yang masuk TPA Putri Cempo sehingga sampah tidak dibuang sembarangan tetapi dapat dimanfaatkan dan didaur ulang,” jelas Hasta.

Oleh sebab itu, pihaknya akan terus memotivasi dan memberikan pelatihan tentang pengelolaan bank sampah Hal ini dilakukan seiring program bank sampah yang juga merupakan perpanjangan dari program pengelolaan sampah oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge