0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tolak Beras Impor, Ganjar Telepon Menteri Pertanian

Ganjar Pranowo (dok.timlo.net/ist)

Timlo.net —  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menelepon Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meminta agar rencana melakukan impor beras dikaji ulang sebagai bentuk keberpihakan pada kalangan petani.

“Barusan saya telepon Mentan, kemarin juga sudah kita laporkan ke Presiden Joko Widodo agar kita menghitung betul cadangan beras nasional kita, ketika cadangan itu kita anggap cukup, maka saya minta rastra segera diturunkan, operasi pasar dilakukan,” kata Ganjar Pranoeo, di sela melakukan kunjungan kerja di Pasar Kota Banjarnegara, Selasa (16/1).

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku khawatir jika masuknya beras impor ke Indonesia, termasuk di Provinsi Jateng itu bersamaan dengan panen raya, maka akan sangat merugikan para petani.

“Kita dorong daerah di luar Jateng yang butuh, monggo saja untuk dipenuhi, tapi saran saya kalau Jateng sudah swasembada beras sehingga masih cukup, gak usahlah impor beras,” ujarnya.

Terkait hal itu, Ganjar meminta Dinas Pertanian Provinsi Jateng memastikan daerah mana saja yang akan panen pada Fabruari dan Maret 2018 sebagai perhitungan stok cadangan beras.

“Ini mesti dihitung betul, kalau impor beras terjadu dan dua bulan lagi turun atau masuk ke tanah air. Saya khawatir masuknya impor beras pas panen rata sehingga harga beras nanti jatuh lagi, kita coba antisipasi berdasarkan pengalaman kemarin,” ujarnya.

Setelah diketahui jumlah cadangan beras di Jateng, Bulog diminta langsung melakukan tindakan yang diperlukan, terutama di sentra-sentra yang mengalami kenaikan harga beras cukup fluktuatif.

“Kita jangan bicara tolak impor beras atau tidak, itu terlalu ekstrem dan nanti jadi provokatif, kita mau menghitung kondisi sebenarnya supaya pemerintah mau bertindak,” katanya.

Selain itu, Ganjar meminta Bulog menyediakan perangkat untuk mengeringkan gabah yang dibeli dari petani sehingga dari petani bisa dibelu dalam kondisi seperti yang ada pada Peraturan Menteri Pertanian.

“Saya juga minta TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) provinsi turun, kepolisian juga kita minta turun, mudah-mudaham tidak ada pihak yang memainkan ini,” ujarnya.

Saat berkunjung di Pasar Kota Banjarnegara, orang nomor satu di Provinsi Jateng itu sempat mengunjungi kios-kios beras. Ia berdialog dengan beberapa pedagang dan menanyakan harga terkini. Ganjar kaget ketika mengetahui harga beras jenis C4 mencapai Rp 13 ribu per kilogram.

“Sudah demikian tinggi, sudah saatnya di sini digelar operasi pasar untuk stabilkan harga,” katanya.

Meski demikian Ganjar mengapresiasi seorang pedagang yang membeli beras langsung dari petani. Pedagang tersebut membeli dengan harga Rp 12.000- Rp12.500 per kilogram.

“Kalau beli langsung ke petani, maka jika harga tinggi yang menikmati juga petani. Tapi kan banyak yang lewat perantara, bahkan rangkaiannua sampai delapan, jadi petani tidak menikmati,” ujarnya. (*)

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge