0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Beras Mahal, Pedagang Tak Persoalkan Barang Impor

Komoditas sembako yang dijual di Pasar Jungke (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Pedagang beras eceran di Pasar Jungke, Ngatmi (70) berharap harga beras stabil, meski barangnya impor. Sejauh ini, ia menjual beras lokal dengan harga fluktuatif.

“Kalau harganya stabil, saya lebih nyaman jualnya. Ini malah harganya gonta-ganti tiap hari. Kulakannya dari pemasok asal Jatipuro. Dari sananya Rp 10.500 perkilo. Dijualnya ambil laba paling banyak Rp 2.000. Untuk premium Rp 12 Ribu beras utuh. Kalau yang Rp 11 Ribu engga disaring (campur meniran),” katanya kepada Timlo.net, Senin (15/1).

Beras yang dijualnya hasil panen petani lokal. Ia tak menyoalkan jika beras yang beredar nanti impor.

“Mau impor atau enggak, saya ini kan pedagang. Asalkan barangnya ada dan enggak mahal. Namun, sebenarnya kualitas lebih bagus beras petani (panen lokal),” katanya.

Jumlah pembeli tak berkurang kendati harga beras naik. Ia mengatakan biasanya menerima pembelian beras jatah rastra dari masyarakat dengan harga miring lalu menjualnya lagi ke pelaku usaha kecil menengah. Namun selama sebulan terakhir, belum ada yang menjual ke dirinya.

“Kemungkinan raskinnya belum turun,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge