0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Nuansa Mistis Warnai Robohnya Tembok Keraton

Seorang abdi dalem sedang menjalankan ritual di sudut tembok keraton yang roboh (timlo.net/heru gembul)

Solo — Suasana mistis mewarnai penanganan ambruknya Tembok Keraton Surakarta, Senin (15/1). Beberapa abdi dalem tampak membakar dupa dan meletakkan kembang setaman untuk sesaji. Terlebih, ambruknya tembok Keraton tersebut bertepatan dengan wiyosan dalem (lahirnya) Pakubuwana XII yang diperingati setiap Selasa Legi.

“Kita minta palilah (kerelaan) kepada yang “menunggu” di sini supaya yang menangani diberi kelancaran,” kata salah satu abdi dalem, Hardi Sukarto saat ditemui di lokasi.

Setidaknya ada tiga abdi dalem yang menjalankan ritual di sudut tembok yang roboh. Nyi Lurah Harso Pusaka membakar kemenyan dengan tungku kecil, sementara Hardi Sukarta menyiapkan bunga sesaji untuk diletakkan di dekat tungku.

“Kita membakar dupa sama memberikan kembang setaman,” kata abdi dalem yang mengurusi sesaji di Keraton itu.

Ritual caos (pemberian sesaji) dilaksanakan untuk memohon ijin agar petugas yang hendak menangani tembok yang roboh diberi kelancaran. Hingga berita ini ditulis, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo belum mulai bekerja. Mereka masih menunggu arahan dari pihak keraton dan kelurahan setempat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge