0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ijin Minimarket, DPRD Sragen Pertanyakan Sikap Pemkab

Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Pimpinan Dewan Perwakilam Rakyat (DPRD) Sragen mempertanyakan konsistensi dari Pemkab Sragen terkait pembukaan minimarket di Kecamatan Tangen. Pasalnya dulu Pemkab Sragen pernah melarang pendirian minimarket dengan alasan untuk melindungi pedagang kecil dan pasar tradisional.

“Kita malah mempertanyakan, butuh konsistensi Pemkab untuk kebijakan larangan itu. Yang sebenarnya seperti apa, boleh apa tidak minimarket didirikan,” kata Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto kepada Timlo.net, Minggu (14/1).

Totok, panggilan akrabnya, menyampaikan, kalau memang minimarket diijinkan, maka masyarakat yang punya modal bisa ikut membuka. Namun apabila tidak diijinkan, maka juga diperlukan sikap tegas dari pemerintah untuk melarang pendirian minimarket.

“Jadi kalau tidak boleh, ya nggak boleh sekalian,” ujarnya.

Pendapat berbeda disampaikan Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto. Dia menyakini minimarket yang buka tersebut telah berijin dan memenuhi persyaratan. Karena legal, pengusaha berhak beroperasi. Hanya saja dia mengaku tidak mengetahui secara pasti proses perijinannya.

”Saya tidak tahu bagaimana proses ijinnya, tapi kalau sudah keluar, kita tidak bisa apa-apa. Kalau ada pelanggarannya di mana, kalau syarat tidak memenuhi, tidak mungkin diberikan ijin,” tandasnya.

Di sisi lain Bambang menyampaikan, jika daerah mau maju memang perlu ada investor yang  masuk. Sebaliknya kalau tidak ada investor, maka suatu daerah akan terbelakang. Jika tetap ingin bertahan, pedagang harus siap berkompetisi.

Sebelumnya, Ketua Divisi Hukum dan HAM Forum Masyarakat Sragen (Formas) Sri Wahono menilai Pemkab Sragen dinilai plin-plan lantaran telah memberikan ijin beroperasinya sebuah minimarket di Kecamatan Tangen, Sragen.

“Pemkab Sragen tidak konsisten, dulu melarang dan menyegel Indomaret Tangen, kini memberikan ijin operasional toko modern Indomaret Tangen, Formas tuding Pemkab Sragen plin-plan,” kata Sri Wahono.

Wahono mengaku menerima banyak keluhan dari warga. Para pedagang kecil dan pemilik toko kelontong merasa keberatan dengan beroperasinya tiga minimarket yang berada di dekat Pasar Tangen.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge