0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gunung Agung Kembali Luncurkan Asap Tebal

Gunung Agung (merdeka.com)

Timlo.net – Gunung Agung, Bali kembali meluncurkan asap tebal dengan ketinggian 2.500 meter di atas puncak kawah. Luncuran terjadi Senin (15/1) pukul 07.23 WITA. Erupsi ini terjadi saat umat Hindu di Bali akan melakukan persembahyangan Hari Raya Siwaratri.

“Erupsi disertai hujan abu vulkanik berwarna kelabu dengan tekanan sedang. Arah angin condong ke arah timur laut. Gempa letusannya hanya sesaat dan terjadi sekali pada pukul 07.23 WITA,” terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/1).

Kendati hanya letusan biasa, aktivitas vulkanik Gunung Agung masih cukup tinggi yang ditandai dengan kegempaan dan tremor menerus.

Sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP), lanjut Sutopo, dalam upaya peningkatan keselamatan perhubungan udara maka PVMBG telah mengeluarkan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan kode warna ORANGE pascaerupsi.

“Sebaran abu vulkanik hanya terjadi di sekitar Gunung Agung. Abu vulkanik tidak ada yang mengarah ke bandara. Kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok aman dan beroperasi normal,” bebernya.

Menurut Sutopo, hujan abu vulkanik tipis dilaporkan jatuh di beberapa desa seperti di Desa Kesimpar, Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

“Masyarakat melihat erupsi Gunung Agung juga tidak panik. Sosialisasi yang terus diberikan kepada masyarakat mengenai potensi dan antisipasi erupsi Gunung Agung menyebabkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat meningkat,” terangnya.

Sutopo mengakui penanganan erupsi selama November 2017 lalu telah memberikan pemahaman yang lebih baik sehingga masyarakat lebih siap menghadapi erupsi.

Sementara itu, jumlah pengungsi saat ini terdata ada 47.268 jiwa yang berada di 229 titik pengungsian. BNPB dan unsur terkait terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemda dan masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Agung.

“Masih ada beberapa permasalahan dalam penanganan pengungsi seperti aktivasi posko belum berjalan normal, distribusi logistik ke pos pengungsian belum lancar dan lainnya. Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak,” jelas dia.

Rekaman seismograf pada 15/1/2018 tercatat nihil Gempa Tektonik Lokal (TL), 7 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), Nihil Gempa Low-Frekuensi (LF), 24 kali Gempa Hembusan, dan Tremor menerus dengan amplitudo 1-5 mm (dominan 1 mm).

“Status masih Awas (level IV) dengan rekomendasi daerah berbahaya adalah di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah. Tidak boleh ada aktivitas masyarakat dalam bentuk apapun di dalam radius 6 kilometer. Di luar radius 6 kilometer, kondisinya aman,” demikian kata Sutopo.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge