0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

KTP Jadi Syarat Masuk DPT, Ini Keluhan Warga Binaan

Ratusan warga binaan Rutan Solo Imengikuti kegaiatan “Nusantara Mengaji”, beberapa waktu lalu (dok.timlo.net/achmad khalik)
Solo — Kepemilikan Kartu Identitas Penduduk (KTP) menjadi syarat mutlak bagi setiap warga binaan yang ingin menyampaikan aspirasi mereka dalam Pilkada 2018. Maka dari itu, keluarga dari warga binaan diharapkan mengantar KTP yang dimiliki mereka yang saat ini menjalani masa pidana atau tahanan di Rutan Klas I Kota Solo.
“KTP menjadi syarat wajib untuk ikut terdaftar di DPT (daftar Pemilih Tetap),” terang Kasi Pelayanan Rutan Kelas I Kota Solo, Solichin saat dihubungi wartawan, Senin (15/1) siang.
Akan tetapi, ada sejumlah kendala yang dihadapi oleh warga binaan terkait syarat mutlak tersebut. Mereka mengaku, jika ada beberapa KTP milik warga binaan yang tertinggal saat dilakukan penyidikan oleh pihak Kepolisian. Ada juga yang mengaku, jika KTP yang mereka miliki belum dikembalikan alias masih berada di Pengadilan Negeri (PN) Solo dan dijadikan barang bukti. Meski, putusan telah dijatuhkan dan bersifat inkrah atau tetap.
“Jadi masalahnya, ada beberapa KTP milik warga binaan yang tertinggal saat menjalani proses penyidikan atau digunakan sebagai barang bukti di Pengadilan,” jelas Solichin.
Meski begitu, lanjutnya, pihaknya terus berkoordinasi dengan Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo terkait masalah tersebut.
Saat ini, Rutan Solo dihuni sekitar 600 narapidana dan tahanan titipan dari sejumlah kabupaten di Soloraya. Berdasar catatan di 2014 lalu, hampir sebagian dari jumlah total warga binaan di Rutan Solo memberikan hak pilihnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge