0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Diminta Ganti Logo dan Nama, Bos Persis GR Bereaksi

Pengurus klub Persis GR dan Dirut klub Setiyo Joko Santosa (kedua dari kanan) (dok.timlo.net/achmad khalik)

Timlo.net — Perseteruan dua klub Solo kembali mencuat paska kongres tahunan PSSI di Jakarta, Sabtu (13/1) kemarin. Adalah terkait adanya usulan puluhan klub baru termasuk di dalamnya adalah Persis Gotong Royong (GR) yang ingin menjadi klub anggota PSSI.

Persis GR adalah tim yang berawal dari Puslat Persis Muda Solo pada tahun 2015 dibentuk. Kemudian tim ini dikembangkan untuk menjadi tim profesional oleh pengusaha Setiyo Joko Santosa, yang kemudian berkecimpung di kompetisi Liga 3 tahun lalu.

Dengan dana melimpah, tim kepelatihan yang juga mumpuni, belum mampu membawa Persis GR promosi ke Liga 2. Anak asuh Eduard Tjong ini musim lalu hanya berada di babak 32 besar putaran nasional. Polemik pun muncul adanya usulan Persis GR ikut menjadi klub anggota PSSI.

Adalah penolakan dan sikap keberatan dilontarkan oleh kubu klub Persis Solo yang menjadi kontestan Liga 2. Sekjen Persis Solo Dedi M Lawe terang-terangan menolak adanya kesamaan logo dan nama yang nyaris mirip. Hal itu langsung ditanggapi oleh Bos Persis GR Setiyo Joko Santoso.

Pihaknya menanggapi dingin hal yang menjadi keberatan klub Persis Solo atas penggunaan nama dan logo klubnya. Pihaknya merasa sudah berada dalam jalur yang benar. “Silakan pihak manapun melakukan keberatan. Karena itu hak mereka. Karena kami memiliki landasan hukum yang jelas,” ungkap Setiyo, Senin (15/1).

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge