0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Akhir Februari, Semua Warga Solo Diharapkan Masuk JKN-KIS

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/heru gembul)

Solo — Pemerintah Kota Solo menargetkan cakupan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 100 persen paling lambat akhir Februari 2018. Saat ini, cakupan program Universal Health Coverage (UHC) itu baru mencapai kisaran 75 persen dari total penduduk Solo.

“Kami menargetkan akhir Februari sudah bisa 100 persen, jadi semua masyarakat Surakarta sudah masuk JKN-KIS, baik itu secara mandiri maupun PBI (Penerima Bantuan Iuran) dari pemerintah,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo saat acara pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Pendapi Gedhe Balaikota Solo, Senin (15/1) pagi.

Merujuk data yang dirilis pertengahan 2017 lalu, Program JKN-KIS baru mencakup 438.880 jiwa atau 78,55 persen jumlah penduduk. Jumlah tersebut mencakup peserta JKN mandiri melalui institusi dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun Daerah (APBN/APBD).

Untuk mengejar ketertinggalan, Pemkot Solo pun gencar membagikan KIS yang dibiayai APBD Kota kepada warga tidak mampu selama delapan bulan terakhir. Hingga hari ini, jumlah peserta JKN melalui PBI dari APBD sudah mencapai 55.284 dari target 77.000 jiwa.

Walikota berharap dengan tercapainya 100 persen cakupan JKN di Solo, kesejahteraan warga dapat terdongkrak. Setidaknya warga tidak lagi takut memeriksakan diri saat mengalami gangguan kesehatan. Sejak 2016, Pemkot sudah menggelontorkan dana hingga Rp 34 miliar sejak 2016 lalu untuk membiayai warga rentan miskin yang belum terjakup JKN yang dibiayai APBN.

“Untuk tahun ini kita siapkan anggaran Rp 13,6 miliar di APBD 2018,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge