0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pasar Bung Karno Dibangun Setelah Penantian 20 Tahun

Pasar Bung Karno Baturetno, Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Kalangan legislatif mengapresiasi kinerja Pemkab Wonogiri. Hal ini di era pemerintahan Bupati Joko Sutopo dan Wakil Bupati Edy Santosa, mimpi masyarakat yang terpendam sejak puluhan tahun dapat terealisasi. Ssalah satunya yaitu dengan diresmikannya Pasar Bung Karno di Kecamatan Baturetno.
“Selama 20 tahun saya menjadi anggota Dewan baru di era pemerintahan kali ini (Joko-Edy) yang mampu membangun pasar tradisional yang rampung dan semegah ini. Untuk itu saya ucapkan selamat kepada Pemkab Wonogiri,” ungkap Ketua DPRD Wonogiri Setya Sukarno saat tasyakuran dan peresmian Pasar Bung Karno di Baturetno, Senin (15/1).
Politikus gaek ini juga menyebut, tak hanya soal waktu namun ia memuji, tapi juga soal anggaran. Menurut dia, meski APBD 2017 Wonogiri hanya Rp 2 triliunan  pertahun, dimana  70 persen dipergunakan untuk gaji pegawai, sisanya 30 persen untuk pembangunan publik mampu membangun pasar yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
“Pemerintahan sebelumnya tidak ada, apalagi membangun pasar tradisional yang nilainya mencapai Rp 50 miliar, belum ada,” kilahnya.
Sementara itu, Bupati Joko Sutopo menyatakan, di era kepimpinannya selama dua tahun telah merampungkan dan mewujudkan visi besar Wonogiri Sukses. Ia menyebut di 2018, program unggulannya yaitu Panca Program (alus dalane, rame pasare, maju pertaniane, pendidikan dan kesehatan gratis tanpa diskriminasi) sudah terealisasi. Salah satu bukti nyata, kata Bupati Joko, adalah selesainya pembangunan Pasar Baturetno yang ia beri nama Pasar Bung Karno.
“Genap dua tahun saya memimpin Wonogiri ,dan alhamdulilah Panca Program di 2018 sudah dapat terealisasi,dan inilah visi besar Wonogiri Sukses,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Diseperindagkop UMKM Wonogiri Guruh Santosa mengatakan, pembangunan Pasar Baturetno yang kini diberi nama Pasar Bung Karno memakan waktu 230 hari (9 Mei 2017 hingga 24 Desember 2017) yang dikerjakan oleh penyedia jasa konstruksi asal Semarang dengan nilai pagu Rp 50 miliar.
“Pasar Bung Karno ini mampu menampung 1271 pedagang, dengan perincian 97 kios dan 1174 los,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge