0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Siti Atiqoh: Kedisiplinan Orang Jepang Harus Dicontoh

Suasana lomba menulis huruf Jepang dalam Festival dan lomba Bahasa Jepang di SMAN 3 Boyolali (timlo.net/nanin)

Boyolali — Sebanyak 377 pelajar SMA/SMK se Jateng/DIY mengikuti Festival dan Lomba Bahasa Jepang di SMA N 3 Boyolali, Minggu (14/1). Lomba dibuka Siti Atiqoh Ganjar Pranowo. Dalam sambutannya, istri orang nomor satu di Jateng ini berharap pesert mengikuti lomba secara maksimal.

“Kalah dan menang soal lain, terpenting bersungguh-sungguh mengikuti lomba,” kata Siti Atiqoh.

Siti Atiqoh juga mengajak semua peserta mengambil hikmah dari lomba ini. Diantaranya, memahami semangat belajar dan semangat bekerja orang Jepang. Dimana, mereka sangat berdisiplin, utamanya dalam menghargai waktu. Kebetulan, Siti Aqigoh yang pernah tinggal di Jepang, saat melanjutkan studi, banyak belajar dari masyarakat Jepang.

“Mereka sangat displin dan menghargai waktu, ini yang harus dicontoh,” ujarnya.

Satu hal yang paling diingat saat tinggal di Jepang, dimana orang Jepang ternyata sangat menyukai masakan Indonesia, salah satunya soto ayam. Hal itu, pernah disajikan dalam sejumlah festival di Jepang.

“Di sana banyak sekali festival-festival, pelajar Indonesia banyak yang mengikuti dengan mengenalkan budaya Indonesia,” imbuhnya.

Di sisi lain, panitia lomba, Himrika Setya Fitri menjelaskan, ada beberapa jenis lomba. Yaitu, pidato bahasa Jepang, manga atau komik Jepang, kana (lomba menulis huruf Jepang) dan kana (kaligrafi Jepang).

“Animo peserta sangat besar. Tak hanya dari Jateng saja, namun juga ada yang dari DIY. Ini luar biasa,” ujarnya bangga.

Dijelaskan, Bukansai 2018 ini juga menghadirkan sejumlah stan makanan dan kerajinan Jepang. Dimana pengunjung bisa membeli kerajinan, buku maupun menikmati aneka makanan Jepang dalam stan tersebut.

 

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge