0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pedagang Keluhkan Operasi Pasar Bulog

Pedagang beras (dok.timlo.net/agung widodo)

Solo — Sejumlah pedagang di Pasar Legi Solo keluhkan layanan operasi pasar yang digelar Badan Urusan Logistik (Bulog). Pasalnya, dari pesanan yang dilakukan tidak semuanya dapat terlayani dengan maksimal.

“Kemarin kita pesan lima kuintal beras medium ke Bulog. Tapi ternyata hanya dikirim 2,5 kuintal saja, ” ujar salah seorang pedagang beras di Pasar Legi Solo, Ali kepada wartawan, Sabtu (13/1).

Akibat minimnya kiriman beras yang diberikan oleh Bulog itu, ia terpaksa mengambil beras dari distributor dengan harga yang lebih tinggi. Akibatnya, harga jual yang ditawarkan kepada konsumen juga menyesuaikan dengan harga beli.

“Kalau untuk beras medium dari Bulog kita beli Rp 8.650 ribu per kilogram dan kita jual ke konsumen Rp 9.350 ribu per kilogram. Tapi kalau untuk beras medium yang ambil dari distributor kita jual antara Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kilogram,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga dirasakan pedagang lainnya. Wiwik menyampaikan, dalam operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog itu pihaknya memesan sekitar lima kuintal, namun hingga saat ini baru dikirim satu kuintal.

“Mestinya Bulog itu konsisten kalau ingin menekan harga pasar. Karena kalau yang dikirim hanya sedikit-sedikit seperti ini, operasi pasar yang dilakukan juga percuma,” keluhnya.

Sebagai informasi, untuk menekan tingginya harga jual beras di pasaran itu Bulog Subdivre III Solo, menggelar program operasi pasar mulai dari 29 Desember 2017 hingga akhir Maret mendatang. Dalam operasi pasar itu, Bulog tidak menjual kepada konsumen secara langsung tapi melibatkan para pedagang di sejumlah pasar tradisional.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge