0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Beginilah Penebusan Dosa Laskar Pelangi Wonogiri

Basecamp Laskar Pelangi dilengkapi dengan permainan edukasi (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Di jamannya, hampir setiap hari sekolompok anak muda ini tak lepas dari aroma bau naga (minuman keras), mabuk dan teler sudah menjadi kebiasan mereka. Adu jotos, bikin onar selalu mewarnai malam-malam kelamnya. Akibat hal itu mereka pun sempat dicap sebagai sampah masyarakat oleh warga Kecamatan Puhpelem, Wonogiri.

Namun seiring waktu berjalan, sekolompok kawula muda ini mulai bertobat, dan kini justru menjadi sekolompok pemuda yang aktif dalam kegiatan sosial. Bahkan berkat kegigihan mereka, sejumlah rumah warga miskin di kecamatan termuda tapal batas antara Wonogiri-Magetan (Jatim) dientaskan dan memiliki rumah yang layak huni lalu berdir rumah baca, dan juga adanya ambulan gratis.

“Komunitas ini kami beri nama Laskar Pelangi, dimana sebagai bentuk penebusan dosa-dosa, karena di masa lalu sering mabuk-mabukan dan kerap membuat onar,” papar Ketua Komunitas Laskar Pelangi, Wonogiri, Hermedi Sarwoto (30) saat dikonfimasi awak media, Sabtu (13/1).

Dari puluhan relawan Laskar Pelangi menurut Hermedi, merupakan mantan dewa mabuk. Saban hari berkumpul di warung pecel miliknya,yang sekaligus dijadikan bascamp Laskar Pelangi Wonogiri. Di warung sederhana miliknya, komunitas ini melakukan diskusi dan juga menimba ilmu dengan membaca buku.

Namun sayang koleksi buku di komunitas ini hanya sedikit macamnya.Akan tetapi,karena lokasi yang strategis dimana dekat dengan sejumlah sekolahan,takheran jika basecamp laskar satu ini ramai disambangi pelajar. Tak hanya makan dan minum di warung milik Hermedi ini, kalangan pelajar juga ikut membaca koleksi buku di komunitas tersebut.

“Belum komplit, kalau untuk anak-anak bukunya kurang diminati, untuk buku kalangan pelajar SMP dan SMA belum lengkap,” paparnya.

Tak hanya itu, komunitas yang ia gawangi itu aktif dalam bakti sosial,seperti pemberian santunan Sembako untuk kaum duafa, dan bedah rumah serta mengelola ambulan gratis untuk warga miskin. Menurut dia, di dalam Laskar Pelangi tidak mengenal kasta, semua sama derajatnya, semua sama saudara.

“Sumber pendanaan kami berasal dari anggota dan juga ada donatur tetap. Selain itu, kita juga menggandeng komunitas bela diri dalam hal bakti sosial. Sementara ambulan ini merupakan sumbangan dari donatur lalu kita kelola, yang jelas kegiatan kami ini menyasar pada warga miskin atau kurang mampu,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge