0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Festival Hujan Internasional 2018 Hadir dengan Format Baru

Festival Hujan Internasional, (dok.timlo.net/red)

Sukoharjo — International Rain Festival (IRF) atau Festival Hujan Internasional kembali digelar, Minggu (14/1) besok. Hadir dengan format baru, IRF mencoba merefleksikan hujan sebagai berkah dari langit yang dikemas dalam bentuk festival kesenian.

“Sengaja kami ubah formatnya menjadi mulai pagi, dan hari libur, untuk mendekatkan kesenian dan alam pada lebih banyak anak-anak untuk terlibat,” ungkap Art Director IRF Mugiyono Kasido, Sabtu (13/1).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Festival Hujan 2018 digelar satu hari penuh mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam (22.00 WIB). Gelaran akan mengambil lokasi di Padepokan Mugi Dance Studio, di Krapyak RT 01/ RW 07 Desa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo.

Lebih lanjut diuraikan, dalam festival hujan, selain berisi pentas berbagai seni seperti musik, tari, teater, puisi maupun dolanan anak juga ada berbagai workshop pemanfaatan air hujan. Adapun workshop yang akan digelar adalah pembuatan air alkali dari air hujan, pembuatan biopori serta vertimint. Semua kegiatan workshop akan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga sore menjelang Magrib dengan diselingi berbagai kesenian.

“Misi Festival Hujan secara lebih luas adalah memelihara bumi, menghormati siklus alam. Oleh karena itu upaya-upaya penyelamatan bumi masuk didalam kegiatan yang dilakukan IRF,” imbuh pria yang akrab disapa Mbah Mugi ini.

Beberapa penyaji akan hadir dalam gelaran yang sudah menginjak tahun ke-4 tersebut. Diantaranya Sedulur Banyu, Komunitas Gropesh, SD Widya Wacana, SMA Penerbangan Yogyakarta maupun Kelompok Music Mugi Dance Junior.

Sesi malam akan diisi peserta dari Yogyakarta, kolaborasi Indonesia Meksiko, Padang, Kalimantan Timur, Solo dan juga Sukoharjo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge