0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemenlu Gagas Program Pertukaran Santri ke Luar Negeri

Menlu Retno Marsudi bertemu ratusan santri di Ponpes Al-Muayyad Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad Solo diminta menyiapkan santri terbaiknya guna menjalani program pertukaran santri ke luar negeri. Hal ini terkait dengan jalinan kerjasama pertukaran santri antara pemerintah Republik Indonesia dengan otoritas pendidikan di Filipina.

“Kita menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah Islam dan pemerintah Filipina di Filipina selatan, sejak awal Januari 2018,” ungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam kunjungannya ke Ponpes Al-Muayyad Solo, Jumat (12/1),

Kerjasama tersebut, menurut Retno, meliputi berbagai hal. Diantaranya adalah program penyusunan kurikulum, pertukaran perngasuh pesantren, dan pertukaran santri.

Di hadapan ratusan santri, Menlu Retno Marsudi memaparkan kebijakan politik luar negeri Indonesia. Dijelskan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim yang besar, sudah sepatutnya menjadi pertimbangan kebijakan dunia, salah satunya dalam melindungi kepentingan umat.

“Banyak kita jumpai interpretasi yang salah dalam memandang Islam oleh masyarakat dunia. Sepatutnya Indonesia dan santri-santri turut mengambil bagian untuk meluruskan pandangan yang salah tersebut,” kata dia.

Ditambahkan, program kerjasama ini diharapkan mampu memperkuat kebijakan politik luar negeri Indonesia melalui dunia pendidikan.

“Para santri terbaik dari Ponpes akan diikutkan dalam program pertukaran tersebut,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge