0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembiayaan UMKM di Soloraya Tumbuh, Tapi Tidak Merata

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Realisasi pembiayaan yang disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Soloraya tercatat tumbuh positif. Hanya saja dari evaluasi yang dilakukan,  penyaluran kredit kepada sektor UMKM dianggap kurang merata.

“Selama satu tahun terakhir,  tercatat share kredit kepada UMKM di Soloraya lebih dari 30 persen. Jumlah itu lebih tinggi jika dibanding nasional yang kurang dari 20 persen, ” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo,  Bandoe Widiarto kepada wartawan,  Jumat (12/1).

Capaian itu,  menurutnya cukup bagus. Bahkan untuk angka kredit macet atau non performing loan (NPL) dari sektor UMKM juga relatif terkendali. Hanya saja dari evaluasi yang dilakukan, kucuran kredit yang disalurkan oleh perbankan selama ini dianggap kurang merata. Pasalnya porsi kredit yang diberikan untuk sektor primer,  seperti pertanian,  perikanan,  perkebunan dan lainnya relatif lebih rendah dibanding perdagangan.

“Sektor pertanian banyak yang belum tersentuh perbankan. Padahal program KUR yang digulirkan pemerintah sebenarnya mencakup 12 sektor,” jelasnya.

Minimnya pembiayaan yang disalurkan kepada sektor primer,  lanjut Bandoe karena untuk sektor pertanian belum dianggap sebagai industri. Terlebih secara pengelolaan,  petaninya sendiri juga masih belum menerapkan modern farming. Sedangkan sektor perikanan tangkap dianggap terlalu beresiko untuk diberikan kucuran kredit. Pasalnya sulit untuk dilakukan analisa, karena pendapatannya tidak bisa dikalkulasi secara pasti layaknya yang melakukan budidaya.

“Jadi sektor primer ini memang perlu didorong dan dilakukan pendampingan. Dan akan lebih baik jika pemerintah juga memberikan batasan,  misal dari alokasi dana yang disiapkan berapa persen untuk pembiayaan sektor primer,” tandasnya.

Terpisah, Pemimpin BRI Cabang Slamet Riyadi,  Susanto menyampaikan,  program kredit usaha rakyat (KUR) yang digulirkan pemerintah sudah mulai disalurkan pada awal tahun ini. Besaran suku bunga yang diterapkan hanya 7 persen per tahun.  Bunga itu lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai 9 persen per tahun.

“Dari alokasi dana yang disediakan, tahun ini program KUR diarahkan 50 persen  untuk pembiayaan disektor produktif,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge