0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Operasi Pasar Beras Diborong Pengecer, Warga Curhat Bupati

Bupati Klaten Sri Mulyani memantau operasi pasar beras oleh Bulog di Pasar Induk Klaten. dok ist (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Operasi pasar komoditi beras yang digelar Pemkab Klaten bersama Perum Bulog di Pasar Induk Klaten dikeluhkan pembeli rumah tangga. Pasalnya terjadi aksi borong oleh para pengecer atau pedagang beras.

“Antrenya lama Bu. Diborong juragan- juragan. Bulog lebih mendahulukan yang belinya dalam jumlah besar,” celetuk seorang warga saat mengerubungi Bupati Klaten Sri Mulyani, Jumat (12/1).

Dari pantauan, para warga yang didominasi ibu- ibu rumah tangga rela berdesak-desakan untuk mendapatkan beras murah kualitas medium tersebut. Begitu dihampiri Bupati Klaten Sri Mulyani, tanpa dikomando mereka langsung menyampaikan keluhannya.

Menanggapi protes tersebut, Sri Mulyani akan menyampaikannya kepada Bulog sebagai penyelenggara operasi pasar besar. Namun begitu, para pengecer memang diperbolehkan memborong beras dalam jumlah besar.

“Pembelian yang dilakukan para pedagang memang diperbolehkan. Ini demi stabilitas harga beras di pasaran. Harapannya pedagang kembali menjual beras harus sesuai dengan harga eceran tertinggi,” ujar Sri Mulyani kepada wartawan.

Sebelumnya, Kepala Sub Divre III Surakarta Perum Bulog, Titov Agus Sabelia mengatakan, operasi pasar beras di Klaten digelar di 10 pasar tradisional. Masing- masing titik disalurkan sebanyak 5 ton beras medium dalam kemasan 25 Kg dan 5 Kg. Konsumen rumah tangga dapat menebus dengan harga Rp 9.350/kg, sedangkan pengecer Rp 9.000/kg. Harga tersebut lebih murah ketimbang harga di pasaran.

“Karena harga beras di Klaten merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir. Kita dapat tugas dari Kementan untuk menstabilkan harga dan kontinyuitas pasokan beras medium,” kata Titov.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge