0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cuaca Buruk, Harga Beras Naik Tajam

Pedagang beras  di Pasar Legi (timlo.net/setyo pujis)

Boyolali — Akibat cuaca buruk, harga komoditas pangan beras merangkak naik. Kenaikan harga sangat tajam, berkisar hingga Rp 12 Ribu rupiah perkilogramnya. Selain harga naik, kwalitas beras juga kurang bagus dibandingkan saat harga normal.

“Harga naik, kwalitas beras menurun, tidak tahu ini gimana,” kata pedagang beras Pasar Boyolali Kota, Suryani, Jumat (12/1).

Akibatnya, omset pendapatan pedagang turun hingga 10 persen. Diakui Suryani, kenaikan harga beras terjadi sejak sepekan kemarin. Kenaikan harga merata dari jenis medium hingga super.

“Kalau medium biasanya Rp 9 Ribu prkilogram, kini sudah Rp 12 Ribu perkilogram, kalau jenis ketan yang sebelumnya Rp 15 Ribu kini naik menjadi Rp 25 ribu perkilogram, kita menyebutnya harga berubah,” ujar Suryani.

Disisi lain, Pemkab Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) bakal mengelar operasi pasar. Nantinya operasi pasar dikhususkan diwilayah-wilayah yang bukan sentral penghasil padi. Seperti Klego, Juwangi, Wonosegoro, Kemusu, Andong dan Karanggede. Sedangkan untuk jenis beras, diprioritaskan yang medium. Pasalnya, beras jenis ini yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.

“Kita utamakan yang jenis medium, kenaikan beras medium sangat memberatkan masyarakat,” ujar Kabid Perdagangan Cahyo W.

Pihaknya berharap masyarakat terutama menengah ke bawah memanfaatkan operasi pasar ini. Selain itu, dengan adanya operasi pasar diharapkan harga beras bisa kembali turun.

“Kita siapkan 40 ton beras untuk operasi pasar,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge