0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Foto Tato Jadi Viral, Kakek Yakuza Buronan Terciduk

Shigeharu Shirai. (metro.co.uk)

Timlo.net—Seorang bekas bos geng Jepang ditahan di Thailand. Dia sudah 14 tahun menjadi buronan. Tapi terciduk polisi setelah foto-foto tatonya menjadi viral. Pria bernama Shigeharu Shirai, 74, adalah mantan bos mafia Jepang, Yakuza. Dia lari ke Thailand pada 2003 setelah diduga membunuh pemimpin geng lainnya.

Dia dituduh menembak pemimpin geng bernama Kashihiko Otobe dari gang Kamiya. Penembakan itu membuat tujuh anggota geng Shigeharu dipenjara selama 12-17 tahun. Shigeharu sendiri terciduk saat berbelanja di Lopburi, sebuah kota di sebelah selatan Bangkok.

Keberadaannya tercium polisi setelah foto-foto dirinya duduk di sekitar meja catur diunggah di Facebook pada Agustus 2017. Foto-foto itu diunggah seorang pria Thai. Dia terkesan dengan tato yang memenuhi tubuh sang mantan bos Yakuza itu. Sang pria menulis: “Paman, kamu adalah idolaku. Saat aku dewasa, akankah aku terlihat seperti engkau?”

Unggahannya dibagikan lebih dari 10 ribu kali. Beberapa pengguna Facebook lantas mengenali jika pria dalam foto adalah buronan polisi. Penahanan Shigeharu mengakhiri pemburuan multi nasional yang dijalin antara Biro Penyelidik Thai dengan interpol Jepang.

“Sang tersangka mengakui jika dia adalah pemimpin grup Kodokai bagian dari Yakuza,” ujar juru bicara polisi Jenderal Wirachai Songmetta dilansir dari Metro.co.uk. Kodokai adalah bagian dari geng terbesar di dalam Yakuza, Yamaguchi-gumi. Akan tetapi kakek itu tidak mengakui jika dia membunuh lawannya. Dia berkata jika pembunuhan itu mungkin dilakukan anggota Yakuza lainnya.

Sang mantan bos itu terlihat kehilangan jari kelingking di tangan kirinya. Yakuza biasanya menghukum anggotanya yang bersalah dengan memotong ujung salah satu jari tangan. Shigeharu membangun hidup baru di Thailand, menikahi seorang wanita Thai dan menjalani hidup yang sepertinya damai. Polisi berkata teman-teman kakek itu dari Jepang mengunjungi dia dua hingga tiga kali setahun. Setiap kali, mereka membawa uang sebesar 10 ribu baht. Tanpa paspor dan visa, dia ditahan karena memasuki Thailand secara ilegal. Dia akan diekstradisi untuk menghadapi pengadilan di Jepang.

Pada zaman kuno, pemerintah Jepang mentato para kriminal. Praktek itu disebut sebagai bokkei. Hal ini membuat para kriminal sulit mencari pekerjaan. Untuk memprotes hal itu, beberapa anggota masyarakat mentato diri mereka. Praktek itu disebut irezumi. Para anggota Yakuza di zaman dulu biasanya memakai tato yang menutupi seluruh tubuh. Tapi pada zaman modern, tidak semua anggota bertato. Tujuannya supaya mereka bisa membaur dengan masyarakat dengan lebih baik.

Yakuza muncul di tengah kekacauan yang terjadi paska perang di Jepang. Organisasi kriminal itu berubah menjadi organisasi yang menghasilkan miliaran dollar. Penghasilan mereka berasal dari perjudian, obat terlarang dan prostitusi. Selain itu mereka juga menjadi lintah darat, menawarkan perlindungan dan melakukan kejahatan kerah putih. Keberadaan mereka di Jepang ditoleransi karena dianggap perlu untuk menjaga ketertiban di jalanan. Kadang-kadang jasa mereka diperlukan untuk menyelesaikan “masalah tertentu” dengan cepat sekalipun dengan cara yang kejam. Walaupun reputasi mereka yang jahat, Yakuza tidaklah ilegal seperti mafia Italia atau triad di Cina. Setiap grup Yakuza memiliki markas sendiri yang diawasi penuh oleh polisi.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge