0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Target Penerimaan Pajak 2018 Diproyeksi Naik, Ini Alasannya

Kepala Kanwil DJP Jateng II, Rida Handanu (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Kondisi perekonomian dalam negeri yang kian membaik diharapkan dapat mendongkrak penerimaan pajak. Untuk memaksimalkan potensi penerimaan keuangan negara itu, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II siapkan sejumlah strategi.

“Kalau untuk target sejauh ini belum turun dan masih nunggu dari pusat. Tapi kita perkirakan,  target penerimaan pajak pada tahun ini akan terjadi kenaikan sekitar 23 persen dari penerimaan periode sebelumnya,” ujar Kepala Kanwil DJP Jateng II, Rida Handanu kepada wartawan, Jumat (12/1).

Sebelumnya, target penerimaan pajak yang dilakukan oleh Kanwil DJP Jateng II sebesar Rp 11,6 triliun. Dengan perkiraan kenaikan target itu, jumlah yang harus dicapai pada tahun ini dikisaran Rp 12,1 triliun.

Menurutnya, proyeksi kenaikan target penerimaan pajak itu lebih didasarkan kepada kondisi ekonomi dalam negeri yang kian membaik. Selain itu, ditunjang adanya program pengampunan pajak yang diatur dalam beleid PMK 165 Tahun 2017. Dengan adanya regulasi itu, wajib pajak yang selama ini belum melaporkan kewajiban perpajakannya berkesempatan untuk tidak terkena sanksi.

“Bahkan mulai 1 April mendatang, setiap faktur pajak yang dikeluarkan oleh industri diwajibkan untuk melampirkan nama lengkap dan NIK pembelinya. Tujuannya, agar wajib pajak pembelinya lebih jelas untuk ditelusuri.  Karena kalau omset mereka di atas Rp 4,8 miliar diharuskan terdaftar sebagai pengusaha kena pajak (PKP),” jelasnya.

Selain itu, pemaksimalan peneriman pajak juga akan ditunjang dengan pemberian data nasabah yang dilakukan oleh perbankan. Hal itu merujuk dari ketentuan sebelumnya,  dimana bank diminta melaporkan data nasabah yang memiliki jumlah tabungan di atas Rp 1 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge