0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cuaca Ekstrim, Anak-Anak Bermain Salju di Gurun Sahara

Anak-anak bermain perosotan di bukit pasir yang tertutup salju. (metro.co.uk)

Timlo.net—Dua fotografer Hamouda Ben Jerad dan Sekkouri Kamel memotret anak-anak main perosotan di bukit pasir di kota kecil Ain Sefra di Aljazair. Bukit pasir itu merupakan bagian dari Gurun Sahara. Sebuah badai salju menerpa wilayah itu pada Minggu (7/1) sehingga salju setebal 40 cm menyelimuti sebagian wilayah. Anak-anak itu terlihat gembira main perosotan, naik dan turun. Mereka membuat manusia salju dan malaikat salju. Mungkin mereka hanya punya kesempatan sekali seumur hidup untuk bermain salju di kota kediaman mereka. Tahun lalu badai salju menerpa kota mereka tapi hanya berlangsung selama 30 menit. Inilah pertama kalinya salju terlihat di kota itu selama 37 tahun terakhir. Suhu Ain Sefra di musim panas biasanya mencapai 37 derajat Celsius. Di musim dingin suhu kota itu bisa mencapai -10,2 C.

metro.co.uk

Memang suhu di kota itu bisa turun dengan sangat cepat di malam hari. Tapi hujan salju adalah sebuah fenomena langka. Tidak ada sumber air di dekat kota itu, oleh karena itu hujan dan hujan salju adalah hal yang langka.

metro.co.uk

Saat para warga bangun di pagi hari, mereka melihat bukit pasir itu tertimbun salju. Mereka segera memanfaatkan setiap kesemaptan untuk menikmati peluang langka di gurun pasir terpanas di dunia itu, tulis Metro.co.uk, Kamis (11/1).

metro.co.uk.

Fotografer Karim Bouchetata berkata, “Kami benar-benar terkejut saat kami bangun untuk melihat salju lagi. Salju itu tetap ada sepanjang Minggu dan mulai meleleh sekitar pukul 17:00.” Tahun lalu, di kota yang dikenal sebagai “Gerbang Gurun Sahara” salju juga turun dengan lebat setelah Natal. Tapi hujan salju itu berlangsung sebentar. Kekacauan terjadi karena hujan itu. Bus-bus tidak bisa berjalan karena jalan menjadi licin dan membeku. Para penumpang pun terjebak di dalam bus. Sebelum itu, salju terakhir kali terlihat di Ain Sefra pada 18 Februari 1979. Saat itu salju turun selama setengah jam. Ain Sefra berada pada 1000 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi Pegunungan Atlas.

Gurun Sahara menutupi sebagian besar Afrika Selatan. Gurun itu melalui perubahan suhu dan kelembaban selama beberapa ratus ribu tahun terakhir. Walaupun Sahara saat ini sangat kering, gurun itu diperkirakan akan menjadi hijau kembali dalam waktu 15 ribu tahun mendatang.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge